Hardiknas, Nasib Guru Honorer Masih Suram

57 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Setiap 2 Mei, Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional. Bicara pendidikan tentu tidak bisa lepas dari peran tenaga pendidiknya. Guru merupakan orang yang berjasa dalam membangun sumber daya manusia.

Namun, tentunya tak seindah impiannya bagi nasib guru honorer yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Nasibnya pun hingga kini masih tampak buram, meski dituntut untuk lebih giat bekerja dan profesional.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Bayu Prihartanto salah seorang guru honorer di Kabupaten Gunungkidul. Disaat memasuki momentum Hari Pendidikan Nasional, belum semua kesejahteraan bagi guru tercapai.

“Apakah tingkat kesejahteraan para tenaga pengajar (khususnya guru honorer) ini sudah mencukupi pada hari pendidikan nasional tahun ini?Dari tahun ke tahun potret kesejahteraan dan kejelasan nasib guru honorer masih saja suram,” kata Bayu, Senin (1/5/2018) kemarin.

Menurut dia, pemerintah yang hanya mengeluarkan janji manis dari tahun ke tahun sampai saat ini belum dirasakan oleh kalangan guru honorer. Hal itu seakan tak sebanding dengan perjuangannya mendidik dan membangun karakter siswa di sekolah.

“Dari pagi hingga siang kita dampingi peserta didik kita di sekolah. Tetapi hasil jerih payah kita apakah sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga? Tentunya tidak, penghasilan Rp 400 ribu per bulan tak sebanding dengan usaha guru honorer untuk mencetak generasi muda menjadi generasi yang pandai,” ujarnya.

Bahkan selain tuntutan kerja yang hampir mirip dengan guru yang berstatus PNS, keterlambatan pembayaran honor pun kerap terjadi lantaran dan BOS yang dinilai lamban dalam menunjang kegiatan pendidikan di sekolah.

Dirinya hanya bisa berharap, pemerintah benar-benar memperhatikan nasib tenaga pendidik khususnya guru bertatus honorer.

“Rumitnya mekanisme pencairan dana BOS juga berpengaruh pada honor guru di sekolah. Honor yang kami terima sering terlambat dengan alasan BOS belum cair, saya pun bisa memaklumi kondisi yang ada tetapi harapan kedepan pemerintah juga harus lebih memahami kami selaku tenaga honorer,” tandas Bayu.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengaku siap mengawal perjuangan guru honorer yang akan meminta SK bupati.

“Kami siap mengawal permintaan guru honorer, segera akan kami koordinasikan dengan Pemkab Gunungkidul,” tutur Suharno.

Dia menambahkan, dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional peran guru sangatlah penting. Untuk itu kesejahteraan pun harus lebih diutamakan.

“Jangan sampai dipandang sebelah mata, karena bagaimana pun juga guru honorer itu sangat membantu dan mendukung dalam proses kegiatan belajar mengajar. Momemtum Hardiknas ini mudah-mudahan segera terealisasi apa yang menjadi harapan guru honorer,” tutup Suharno. (Heri Prastawa)

Related Post