Harga Ayam Kampung Mulai Naik, Pedagang Lesehan Merana

image

Stok Ayam Kampung Menipis. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari –   Harga ayam kampung di pasar tradisional sepekan terakhir naik. Bahkan, pedagang memperkirakan kenaikan ini akan bertahan hingga usai lebaran nanti.

Menurut pedagang ayam kampung di Pasar Ayam Wonosari, Sutarjo (40), kenaikan harga ayam kampung disebabkan oleh stok di pasaran mulai berkurang.

’’Banyak warga penternak ayam yang biasanya menjual, saat memasuki musim panen padi tidak menjual ayam  mereka. Itu berpengaruh terhadap stok di pasaran,’’ ujarnya saat ditemui Gunungkidulpost.com, Minggu (28/5/2017).

Dia menambahkan, sebagian warga memelihara ayam kampung untuk tabungan.
Jadi, kalau memasuki musim panen padi, pendapatan warga bertambah, karena sebagian dari mereka menjadi buruh tani.

’’Sebagian dari mereka juga ada yang menahan penjualannya hingga bulan Puasa, sehingga harga ayam kampung diperkirakan akan bertahan tinggi hingga Lebaran besok,’’ terangnya.

Sutarjo menjelaskan, harga ayam kampung hidup di pasaran saat ini naik sekitar Rp 10.000 per ekor. Ayam kampung anakan yang biasa dijual Rp 35.000 kini naik menjadi Rp 45.000 per ekor.

’’Di sini harga jual ayam hidup tidak diukur per kilogram, tapi disesuaikan besar- kecil per ayam,’’ kata dia.

Berdasarkan hasil pemantauan di tiga pasar tradisional, harga ayam kampung menunjukkan tren naik. Hal itu berimbas pada usaha warung kuliner lesehan yang mengeluh lantaran naiknya harga ayam terlalu dini.

Pemilik warung lesehan di Jalan MGR.Sugijapranoto Baleharjo, Ika Wahyuningsih mengaku, dengan kenaikan harga ayam kampung yang cukup tinggi ini pihaknya hanya mengaku pasrah.

“Ya mau gimana lagi, cari ayam juga sulit memasuki bulan puasa ini harga satu porsi ayam kampung juga akan berimbas naik,” beber Ika.

Ika menambahkan, kenaikan harga ayam menjadi tren saat memasuki bulan puasan seperti saat ini. Pihaknya berharap mendekati lebaran nanti harga ayam tidak naik lagi.

“Naik ya yanik tapi jangan sampai ketinggian kasian pengusaha kuliner gak dapat sisa apa-apa kalau begini terus yang terjadi,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post