Harga Bawang Putih Mulai meroket

107 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Harga komoditi bawang putih di pasar mengalami kenaikan. Hal itu diduga lantaran terjadi keterlambatan impor komoditas pangan.

“Keterlambatan impor bawang putih menyebabkan stok komoditas di pasar minim. Kondisi itu menyebabkan harga bawang putih naik,” kata salah seorang pedagang di Pasar Argosari Wonosari, Utik saat ditemui wartawan, Rabu (21/3/2018).

Menurut dia, harga bawang putih pekan ini berkisar antara Rp 48.000 sampai Rp 50.000 per kilogram, padahal sebelumnya berkisar Rp40.000.

Ia mengatakan, pemerintah punya ketergantungan impor atau mendatangkan barang dari luar negeri untuk komoditas tersebut, sehingga ketika ada keterlambatan yang berakibat stok di pasaran berkurang maka berpengaruh ke harga.

“Kenaikan terjadi sejak sepekan ini karena pasokan minim,” papar Utik.

Menurut dia, kenaikan harga bawang putih sudah menjadi kewajaran ketika ada keterlambatan impor. Utik mengatakan, harga kebutuhan pokok lainnya di pasar tradisional pada musim ini rata-rata cenderung stabil, seperti pada bawang merah dan cabai meskipun ada kenaikan harga namun tidak terlalu signifikan.

“Di Gunungkidul barangnya itu masih ada, tetapi stoknya minim. Pedagang kan kalau stoknya minim kemudian harganya dinaikkan, dan itu biasanya berlaku terhadap semua barang kebutuhan yang ada di pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk komoditas beras justru harganya mengalami penurunan dibanding sebelumnya.

Harga beras lokal dari petani setempat sebelumnya sekitar Rp9.600 per kilogram kini turun menjadi Rp9.300 per kilogram. (Santi)

Related Post