Harga Gaplek Merangkak Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

46 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Harga singkong kering (gaplek) di wilayah Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan secara signifikan.

Hal itu dipengaruhi oleh hasil panennya petani singkong yang mengalami kegagalan di sejumlah wilayah.

Pada Agustus sampai September yang biasanya menjadi puncak panen, justru kali ini menurun.

“Panen singkong kali ini gagal semua akibatnya memicu kenaikan harga di pasaran,” kata salah satu Pengepul gaplek di daerah Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul Gatot Sugiarto, Kamis (30/8/2018) kemarin.

Dia mengatakan penyebab gagal panennya petani di sejumlah wilayah itu disebabkan banjir saat masa tanam akhir 2017 dan awal 2018 lalu. Jika terlalu banyak kandungan air, maka kualitas panen menurutnya akan kurang baik, bahkan bisa gagal panen.
Gatot mengatakan kenaikan harga Gaplek saat ini hingga dua kali lipat.

“Agustus-September ini biasanya panen raya harga normal biasanya saya beli dikisaran Rp1.600 sampai Rp1.800 per kilogram, namun saat ini saya beli bisa sampai Rp2.800 sampai Rp3.000 per kilogram, ini baru untuk kualitas B,” ujar dia.

Sedangkan untuk gaplek kualitas A, jika pada tahun lalu harga di kisaran Rp3.000 hingga Rp3.5000 per kilogram, saat ini diakui dia belum ada pesanan. Selain itu kemungkinan harganya juga naik.

Biasanya gaplek-gaplek produksinya itu akan di jual lagi di sejumlah pabrik di Gunungkidul bahkan sampai Kabupaten Tegal dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah serta juga sampai Surabaya, Jawa Timur.

“Kalau saya cuma mengambil untung sekitar Rp50-Rp75,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan saat ini pihak belum menerima data panen.

“Biasanya panen raya singkong ini pada bulan Agustus namun kami masih menunggu data terbaru,” tutup Raharjo. (G1)

Related Post