Harga Garam Masih Gonjang Ganjing

image

Pantauan Harga Garam Di Pasar Argosari Wonosari. (Foto: Heri)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pasca melonjaknya harga garam, hingga saat ini harga garam melum mengalami stabilitas. Setelah sempat mengalami penurunan, kini harga garam di pasaran kembali mengalami kenaikkan.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari, Dwi mengatakan harga garam di pasaran masih belum stabil. Setelah sempat mengalami penurunan, selama sepekan terakhir kembali mengalami kenaikkan.

“Sejak sepekan ini harga garam kembali naik, hal ini dimungkin karena panen berkurang,” katanya, Jumat (13/10/2017).

Untuk saat ini harga garam jenis grosok atau yang biasa untuk campuran pakan ternak harganya Rp70.000 per 20 kilogram (kg), naik dari sebelumnya Rp68.000 per 20 kg. Sedangkan jenis garam beryodium atau garam konsumsi yang biasanya dijual Rp6.000 per pak, kini naik Rp7.000 per pak.

Kendati demikian harga tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dua bulan lalu. Pasalnya pada pertengahan Juli hingga awal Agustus lalu harga garam melonjak tajam. Saat itu garam jenis grosok yang biasa dijual Rp20.000 per 20 kg, sempat melonjak tajam menjadi Rp90.000 per 20 kg.

“Garam beryodium yang biasa dijual Rp3.000 per pack, melonjak menjadi Rp10.000 per pack,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang sembako di Pasar Argosari lainnya, Yanti mengatakan meskipun harga garam masih mengalami fluktuasi tapi permintaan sudah meningkat dibandingkan saat harganya melonjak beberapa waktu lalu.

“Kemarin [saat harganya melonjak] Pembelinya turun derastis. Sepertinya masakannya pada enggak dikasih garam karena mahal,” tutupnya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post