Harga Naik, Warga Pilih Beli Telur Retak

image

Telur Retak Diburu Warga. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Tak selamanya bahan pangan tidak layak jual, dijauhi konsumen, nyatanya dipasar telor pecahan menjadi buruan warga disaat mementum jelang lebaran ini indentik dengan kenaikan harga telur dipasaran.

Berdasarkan pantauan Gunungkidulpost.com, harga telur dengan kualitas baik dihari biasa dijual dengan harga Rp 17 ribu/kg kini naik menjadi Rp 19 ribu/kg.

Akibat kenaikan harga ini, masyarakatpun mulai berpikir kreatif untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melupakan dampak buruknya, yaitu mencari telur pecahan ataupun retakan.

Telur pecahan sendiri, secara ekonomi jauh lebih murah karena pedagang memang mengobralnya jauh di bawah harga telur bulat atau utuh yaitu Rp7.500/kg.

Lasmini salah satu warga Semanu  mengatakan, terpaksa membeli ini bukan tanpa alas an, tapi karena kondisi yang harus kami jalani memang begini adanya, dimana kenaikan harga hamper terjadi pada semua jenis kebutuhan pokok yang ada.

“Kalaulah, kami masih mempunyai uang yang cukup, mana mungkin saya akan berbur telur pecahan, saya terpaksa menghemat pengluar karena melonjaknya harga kebutuhan pokok,” terangnya kepada Gunungkidulpost.com, Selasa (6/6/2017).

Dia berharap, pemerintah lebih tegas melakukan stabilitasi harga kebutuhan pokok dipasaran. Sehingga warga akan kembali nyaman ketika berbelanja menjelang lebaran ini.

“Semoga pemerintah lebih tegas menindak pedagang yang nakal main harga kebutuhan pokoknya. Sehingga kami akhirnya tidak memilih telur yang retak lagi,” keluhnya.

Di lain pihak pedagang telur berkilah, terpaksa menjual telur pecah karena kondisinya masih baik, dan bisa menekan kerugian akibat sepinya pembeli.

“Semua juga tahu, kalau harga ini bukan mengalami kenaikan, tapi pindah harga, dari pada kami merugi terlalu besar, terpaksa telur pecah ini saya perjual belikan,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebut namanya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post