Hasil Operasi Pekat, Polisi Amankan Miras Pil Koplo dan Master Judi

image

Kapolres Gunungkidul, AKBP Muhammad Arif Sugiyarto Menunjukkan Barang Bukti Beserta Pelaku Kriminal. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Jajaran Kepolisian Resort Gunungkidul telah berhasil mengungkap berbagai kasus dari hasil Oprasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Progo 2017 sejak 6 – 15 Juni 2017.

Terungkapnya kasus tersebut diantaranya, Miras, Perjudian, Dan Obat Keras Jenis Pil  berwarna putih yang di duga Trihexypenidyl.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Muhamad Arif Sugiharto mengatakan, dari hasil Operasi Pekat Progo 2017 ini pihaknya telah berhasil menangkap pelaku beserta barang bukti untuk dilimpahkan keranah hukum.

“Kita temukan sebanyak 6 lokasi penjual miras yang ada di Gunungkidul. Sementara judi ada di dua lokasi yang berhasil kita ungkap,” katanya kepada Gunungkidulpost.com.

Dan yang cukup besar lainnya yaitu di temukannnya 14.090 butir pil yang diduga trihexypenidyl dari seorang tersangka AAS (24) warga Kasihan, Bantul.

“Tertangkapnya tersangka ASS kita dapatkan dari hasil pengembangan setelah dilakukan razia pada 10 Juni 2017 yang lalu,” jelas AKBP Arif.

Dari hasil razia tersebut Satresnarkoba Polres Gunungkidul berhasil menangkap tersangaka EK (20) warga Gombang, Ponjong, Gunungkidul.

“Dari tangan EK berhasil kita amankan 40 butir pil trihexypenidyl hingga selanjutnya kita terus melakukan introgasi sampai EK mengaku telah mendapatkan pil tersebut dari AAS,” terangnya.

Lebih lanjut AKBP Arif menjelaskan, selanjutnya Satresnarkoba terus melakukan pengembangan hingga tertangkapnya AAS bersama barang bukti di dalam kamar kosnya pada Senin, 12 Juni 2017 yang lalu.

“Tersangka mencoba mengelabuhi petugas kepolsian dengan membungkus pil dengan lakban dan memasukan kedalan kotak kontainer dan menyimpannya rapat-rapat,” terangnya.

Saat ini barang bukti pil dan barang bukti lainnya hasil tangkapan dari oprasi lekat telah diamankan di Polres Gunungkidul.

“Dengan temuan ini, tersangka terbukti telah melanggar undang-undang Republik Indonesia No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan,” tutur AKBP Arif.

Akibat dari perbuatannya AAS terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal 1,5 juta rupiah. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post