Hasil Panen Kacang Tertinggi se-DIY

30 views

Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Tanaman kacang dinilai lebih menjanjikan dibanding hasil pertanian lainnya. Terbukti hasil pertanian jenis kacang di Gunungkidul sangat berpotensi besar dibandingkan dengan wilayah lain di DIY.

Berdasarkan data yang ada, Gunungkidul merupakan daerah berpotensi hasilkan kacang tertinggi di DIY karena Kulonprogo hanya panen 530 Hektare, Bantul hanya 1.942 Hektare dan Sleman panen 2.239 Hektare. Sedangkan hampir 97% kacang tanah di DIY dari Gunungkidul.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan luas panen kacang di 2017 mencapai 61.257 Hektare.

Kita masih tertinggi di DIY, tahun ini target kami masih sama, syukur dapat lebih,” katanya kepada wartawan, Jumat (20/4) kemarin.

Dia mengatakan panenan kacang musim ini hampir merata disemua Kecamatan. Dalam perawatan kacang, menurutnya juga tidak begitu sulit, jadi banyak diminati para petani.

Terkait harga saat ini dia mengatakan untuk kacang tanah gelondong atau yang masih ada kulitnya kisaran Rp8.000 dan untuk yang sudah wose Rp21.000/kg.

Namun saat ini menurut Raharjo program pusat sedang menggenjot produksi kedelai sehingga kacang tanah agak dikurangi.

“Karena ada program pusat untuk peningkatan luas tanam kedelai sehingga kita agak mengerem kacang tanah jangan terlalu tinggi luas tanahnya,” bebernya.

Terpisah, seorang petani kacang, di Dusun Keruk, Banjarejo, Tanjungsari Suryanik mengatakan panenan kacang di musim ini cukup baik.

Menurut Suryanik yang terkadang menjadi kendala pertanian kacang adalah hama penyakit atau serangan tikus. Untuk menghindari hama tersebut menurutnya petani harus telaten menjaga dan menyemprot obat pembasmi hama secara berkala.

“Setahun biasanya panen dua kali saat-saat musim penghujan ini,” bebernya.

Suryanik manambahkan, dari lahan seluas 1.000m2 miliknya setidaknya dapat menghasilkan hampir satu kwintal kacang.

“Harganya biasa masihan murah hanya sekitar Rp7.000/kg, biasa dijual ke pasar,” pungkasnya. (Heri Prastawa)

Related Post