Honor GTT Tak Sebanding Gaji Guru PNS??

348 views
image

Salah seorang GTT Di Kecamatan Wonosari, Bayu Prihartanto saat berfoto dengan muridnya. (Foto: Ist)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Potret tenaga pendidik di Kabupaten Gunungkidul nampaknya masih tetap buram. Bagaimana tidak, gaji guru PNS yang sudah menembus Rp 5 juta lebih tak sebanding dengan kondisi saat ini yang dirasakan oleh ribuan Guru Tidak Tetap (GTT) yang hanya menerima tak kurang dari Rp 400 ribu per bulan.

Bahkan beban kinerja dan tanggungjawabnya pun lebih berat dibandingkan dengan guru yang sudah PNS. Tak bisa dipungkiri setiap sekolah pasti mengandalkan pekerjaan dari tangan honorer. Apalagi pekerjaan yang harus dikerjakan dengan bantuan komputer maupun sarana internet banyak PNS selalu melimpahkan kepada GTT maupun PTT yang dimiliki sekolah.

Maka melalui peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ini, pihaknya berharap kesejahteraan bagi GTT lebih diutamakan.

“Saya tidak minta muluk-muluk namun saya harap dengan adanya peringatakan hari guru dan HUT PGRI ini nasib kami lebih dipikirkan. Upah selama 12 tahun tak ada peningkatan sampai sekarang,” kata salah seorang Guru di SD Kecamatan Wonosari, Bayu Prihartanto, Jumat (24/11/2017) kemarin.

Menurut Bayu, dirinya menyimpan harapan besar agar pamerintah memperhatikan nasib GTT, paling tidak dengan menambah gaji.

“Jika pemerintah tidak bisa mengangkat PNS karena terbentur undang-undang, paling tidak honor GTT setara dengan UMK. Kenapa THL saja bisa mendekati UMK tetapi guru honorer kok tidak pernah diperhatikan,” ujarnya.

Gembar-gembor hingga menggelar aksi pun seakan tak dihiraukan oleh pemerintah. Bahkan terkesan selama ini pemerintah penganak tirikan keberadaan GTT. Pria kelahiran Gunungkidul 31 tahun silam berharap, melalui wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dapat memperjuangan nasib para GTT untuk lebih sejahtera.

“Harapan kami melalui organisasi PGRI dapat memperjuangkan dan menyampaikan aspirasi para GTT hingga ke pemerintah daerah maupun pusat. Sehingga GTT yang berjuang selama belasan tahun lebih diperhatikan dan tidak lagi dianak tirikan,” pungkasnya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post