Honorer Tuntut Gaji UMK, Dewan Akan Buat Perda

471 views
image

(Foto: Doc Gunungkidulpost.com)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Tenaga honorer kategori dua (K2) maupun tidak di Kabupaten Gunungkidul mendesak Pemkab untuk menyesuaikan gaji mereka sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp 1.235 700. Pasalnya, dengan beban kerja yang tinggi, pendapatan yang mereka tidak layak untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini.

Koordinator forum K2 Gunungkidul, Didik mengatakan, pengabdian kami bekerja di lingkungan pemerintahan sudah berjalan belasan tahun. Kebutuhan hidup pun semakin hari semakin tinggi, ia meminta ada perhatian nasib kami agar bisa disesuaikan dengan UMK Gunungkidul.

“Pendapatan honorer K2 jauh dari layak, rata-rata hanya 200 hingga 500 ribu perbulan, ini sudah tidak memenuhi standar hidup layak di Kabupaten Gunungkidul,” ucapnya kepada Gunungkidulpost.com, Rabu (22/2/2017).

Tidak hanya soal penyesuaian pendapatan dengan UMK, mereka juga mendesak adanya jaminan kesehatan sosial dengan diikutkan pada program BPJS. “Tapi setidaknya yang prioritas adalah pendapatan kami agar lebih layak lagi untuk menafkahi keluarga,” kata Didik.

Sementara itu, Sekda Gunungkidul, Drajat Ruswandono mengaku, pihaknya telah memahami keinginan honorer untuk menuntut haknya supaya menjadi layak. Dirinya pun akan segera menyampaikan usulan tersebut ke Bupati untuk dapat ditindak lanjuti.

“Aspirasi dan masukan ini kami terima, dan segera kami akan sampaikan kepada lbu Bupati,” ucapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mengatakan, Pemerintah harus bisa memanusiakan manusia utamanya untuk kalangan GTT dan PTT. Menurutnya, dengab gaji rata-rata yang hanya mencapai Rp 300 ribu sangat sulit untuk mencukupi beban hidup mereka.

“Setidaknya negara harus hadir utk mengangkat jadi pns karena pengabdian yg cukup lama,” ungkapnya.

Suharno menambahkan, dirinya akan memperjuangkan nasib honorer malalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Sehingga diharapkan perda pendidikan tersebut nantinya didalamnya dapat mengatur tentang tenaga honorer.

“Segera kita kondisikan melalui bapemperda, supaya segera dirancang dan disahkan,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post