Hore!!! UMK Gunungkidul Naik 8,25 Persen

632 views

Ilustrasi.net



Gunungkidulpost.com – Wonosari – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gunungkidul naik kembali. Pada tahun 2017 mendatang sudah ditetapkan kenaikan itu akan mencapai  8,25 persen atau sebesar Rp. 101.950 dari UMK tahun 2016. Untuk itu, pemerintah akan mengawasi kepada perusahaan

Kepala dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DInsosnakertrans) Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugraha mengatakan, penetapan itu dilakukan dari survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Gunungkidul selama sepuluh bulan terakhir, hanya sebesar Rp 1.250.000. Besaran UMK itu dihitung mengikuti tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 terkait Pengupahan.

“Upah minimum sudah disetujui dan naik sebesar 8,25 persen. Besaranya mencapai Rp 1.337.650,-, dibanding UMK tahun 2016 yang hanya sekitar 1.250.000,-. Nantinya kami akan mengawasi perusahaan, jika ada yang tidak sesuai bisa melaporkan,” katanya, Selasa (1/11/2016).

Dwi warna menjelaskan, besaran UMK ini  harus dijalankan sesuai yang sudah ditentukan. Dengan begitu, perekonomian masyarakat bisa meningkat untuk kedepannya. “Kami harap semua pihak bisa ikut menjalankan keputusan ini, karena sudah dilakukan penetapan lima kepala daerah di wilayah DIY,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gunungkiudl, Agung Margandi, menilai, besaran upah tersebut sudah cukup memadahi karena lebih tinggi dari KHL. Meski demikian, semua perusahaan belum bisa memberikan upah seperti yang ditetapkan. Sebab, adanya kendala yang dihadapi adalah kemampuan dari setiap perusahaan yang tidaklah sama, kondisi keuangan juga berpengaruh terhadap pemberian upah. 

“Belum semua bisa menerapkan UMK, karena tidak semua perusahaan sama. Untuk besarannya sudah cukup menenuhi,” pungkasnya. (Nena)

Related Post