Hujan Bayangan, Petani Dilarang Menanam

image

Hujan Yang Mengguyur Kota Wonosari. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Meskipun sudah turun hujan, petani di Gunungkidul diimbau untuk tidak melakukan penanaman terlebih dahulu.

Hal itu lantaran intensitas hujan masih kecil dan belum cukup untuk tumbuh tanaman.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, intensitas hujan yang turun beberapa waktu ini, dinilainya masih belum menjadi patokan awal musim tanam.

Pasalnya hujan yang ada sekarang masih dalam intensitas kecil dan belum cukup untuk hidup tanaman.

“Intensitas hujan masih kecil, dan belum mampu untuk hidup tanaman. Sebaliknya, bulan ini malah merupakan puncak musim kemarau,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Kamis (28/9/2017).

Dikatakannya, bulan ini adalah puncak musim kemarau. Pihaknya pun menghimbau kepada para petani yang ada di Gunungkidul untuk tidak gegabah memulai menanam.

“Petani jangan mulai menanam terlebih dahulu, karena hujan yang ada saat ini bersifat sementara,” ucapnya.

Ia menuturkan, pada akhir September hingga Oktober ini merupakan masa peralihan musim.
Sehingga hujan kerap turun.

“Bulan Oktober ini merupakan puncak musim kemarau sebaiknya menyiapkan lahan terlebih dahulu,” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang petani di Wonosari, Wagito mengaku kendati sudah turun hujan namun dirinya masih enggan untuk mulai menanam. Dirinya akan mulai menyediakan lahan terlebih dahulu.

“Kalau teman-teman sudah mau menanam tetapi saya masih menunggu agar air hujan intensitasnya banyak. Pekan depan baru akan memulai menyiapkan lahannya,” pungkas wagito. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post