Hujan, Prosesi Pembukaan Cupu Berlangsung Meriah

324 views
image

Foto: Istimewa

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Hujan yang turun sepanjang malam tidak memengaruhi tradisi pembukaan Cupu Panjala di Dusun Mendak, Girisekar, Panggang yang dilaksanakan pada Senin (16/10/2017) malam.

Ribuan pasang mata pun dengan seksama mengikuti proses ritual dari awal hingga akhir.

Pembukaan kain penutup cupu yang dipimpin oleh juru kunci sekaligus ahli waris dari Cupu Panjala, Dwijo Sumarto ini menghasilkan puluhan gambar.

“Biar warga yang menfasirkan, karena tugas kami hanya membacakan saja,” kata Dwijo.

Menurut dia, pembacaan tersebut telah melalui proses musyawarah dengan seluruh ahli waris yang hadir dalam acara tersebut.

“Saya terus terang tidak berani mengartikan sendiri,” katanya.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Girisekar, Susila mengakui jika jumlah pengunjung dalam pembukaan cupu naik dibandingkan pelaksanaan di tahun lalu. Kenaikan tersebut terjadi karena animo masyarakat yang ingin mengetahui prosesi pembukaan cupi di tahun ini sangat tinggi.

Kendati demikian, terjadinya hujan bukan menjadi hambatan karena proses pembukaan cupu tetap berjalan dan berlangsung meriah. Sebagai buktinya, di ruangan yang digunakan untuk pembukaan cupu penuh sesak dengan kehadiran warga.

“Mesiki hujan namun animo masyarakat masih tinggi untuk mengikuti upacara pembukaan cupu tahun ini. Warga yang hadir tetap antusias melihat gambaran-gambaran yang muncul dari kain kafan pembungkus cupu,” katanya kepada wartawan.

Dia menjelaskan, selain prosesi membuka kain penutup cupu, dalam tradisi itu juga ada sejumlah warga yang ikut menyumbang berupa berkat inkung ayam dan kain penutup cupu. Untuk tahun ini, terdapat 55 ingkung dan puluhan lembar kain kafan yang diberikan masyarakat.

Pemberian ini, menurut Tarpan, sebagai bentuk ucapan syukur atas terkabulnya doa-doa dipanjatkan dalam pelaksanaan pembukaan cupu di tahun sebelumnya, sehingga warga dengan suka rela memberikan ubo rampe tersebut. Selain itu, masyarakat pun meyakini jika gambaran yang muncul dari kain kafan merupakan perlambang kejadian yang akan terjadi dalam rentang waktu satu tahun ke depan.

“Kalau masalah itu [gambaran kejadian di masa datang] tergantung masing-masing orang yang menafsirkan. Sebab  sebagai ahli waris hanya bertugas menyampaikan apa gambaran yang ada di kain penutup cupu,” tutupnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post