Hujan Terus Menerus, Puluhan Rumah Terendam Banjir Dan Beberapa Titik Dilaporkan Longsor

280 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Hujan deras dengan durasi cukup lama mengguyur Kabupaten Gunungkidul sejak Minggu, (17/3/2019) siang. Akibatnya banjir dan tanah longsorpun terjadi dibeberapa titik.

Dari data sementara yang telah masuk di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul banjir dan tanah longsor terjadi di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Purwosari, Wonosari, Semanu, Playen, Tepus, Tanjungsari, Panggang dan Patuk.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir dan tanah longsor yang menerjang delapan kecamatan tersebut. Namun, kepada warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta selalu memantau perkembangan debit air.

Adapun beberapa titik terdampak banjir diantaranya, Kantor Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Purwosari. Disana, air meluap masuk hingga kedalam ruangan kantor. Selain itu, SMP N 1 Purwosaripun juga ikut terdampak banjir. Air menggenangi area sekolahan hingga masuk kedalam ruangan kelas.

Selanjutnya, banjir juga terjadi di perempatan lampu merah Kecamatan Semanu akibat air yang meluap dari drainase jalan kebadan jalan hingga membuat lalu lintas terganggu. Sidikitnya 13 rumah warga juga ikut terdampak.

“Hujan deras mengakibatkan, jembatan krapyak di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari juga meluap. Selain karena hujan deras, banjir dipicu karena sampah material bambu yang menyumbat sungai,” terangnya.

Di Kecamatan Panggang, Sungai Pacar 2 meluap hingga menutup akses jalan Panggang – Paliyan. Untuk sementara jalan tidak dapat dilalui.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Tepus tepatnya di jalan raya dan komplek pasar Bintaos. Luapan air menggenangi akses jalan dan sekitar pasar Bintaos.

“Di Kecamatan Wonosari, 12 rumah warga di Padukuhan Gadungsari, Desa Wonosari terendam air akibat meluapnya sungai Besole,” kata Edy.

Selain banjir, hujan deras dan angin kencang mengakibatkan jaringan listrik rusak karena tertimpa pohon tumbang dan mengakibatkan trafo meledak di Desa Bleberan, Kecamatan Playen.

Di Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Sungai di Padukuhan Dungwalu meluap dan merendam rumah warga yang ada disekitarnya. Selain itu Desa Banyusoco, tepatnya di Padukuhan Gedad, 8 kepala keluarga terpaksa harus diungsikan ketempat yang lebih aman karena rumah mereka terendam banjir.

“Di Kecamatan Patuk, rumah Iwan Yulianto yang berada di Padukuhan Ngembes, Desa Pengkok mengalami kerusakan akibat tertimpa tanah longsor,” bebernya.

Selanjutnya, kantor Balai Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsaripun tak luput dari terjangan banjir. Air meluap dan merendam area perkantoran Balai Desa. (Santi)

Related Post