Hutan Wonosadi Digagas Untuk Daya Tarik Wisatawan Disektor Utara

100 views

Gunungkidulpost.com – Ngawen – Wonosadi merupakan kawasan hutan adat yang dilestarikan oleh Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul.

Dengan status tanah Ground, warga Desa Beji bersama dengan Pokdarwis bekerja sama membangun hutan Wonosadi menjadi kawasan tempat wisata.

Pada awal tahun 2018 Wonosadi mulai dilirik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan dikeluarkannya Perda untuk dijadikan destinasi wisata dizona utara.

Salah satu Pokdarwis Wonosadi, Edi Prayitno menerangkan hutan Wonosadi adalah tempat petilasan putra sulungnya Roro Resmi Brawijaya lima.

“Hutan adat Wonosadi dilestarikan dan dibudayakan oleh masyarakat setempat dan setiap tahun digelar upacara Nyadranan sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rizki dari Tuhan YME, biasanya diadakan setelah panen padi,” kata Edi saat ditemui wartawan, Selasa (22/10).

Edi mengaku saat ini masih sedikit para wisatawan yang berkunjung ke Wonosadi, biasanya banyak yang berkunjung adalah mahasiswa untuk melakukan penelitian karena di Wonosadi mempunyai aneka pohon yang dapat dijadikan obat.

“Para mahasiswa dari perguruan tinggi Jateng, dan DIY banyak yang datang untuk melakukan penelitian,” bebernya.

Dirinya berharap untuk menunjang destinasi wisata Wonosadi adanya bantuan untuk mengembangkan dan membuat tambahan pendukung objek wisata tersebut, sehingga mampu untuk menarik wisatawan lebih banyak lagi.

“Saat ini masih banyak keterbatasan dalam pengembangan wisata disini, kita pingin ada wahana baru untuk mendongkrak wistawan berkunjung, juga fasilitas yang perlu kita kembangkan,” ungkapnya.

Hanya dengan membayar biaya retribusi sebesar Rp 3 ribu kita bisa menikmati pemandangan hutan yang begitu alami. (Red)

Related Post