Ijin Tambang Gelap, Baru Empat Pengusaha Ajukan Amdal

581 views
image

Lokasi Tambang Batu Di Padukuhan Jentir, Desa Sambirejo, Ngawen. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dari belasan pungusaha tambang di Gunungkidul tak satupun yang memiliki izin eksplorasi, hingga kini baru ada empat pengusaha yang mengajukan izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Kepala Dinas Lingkungah Hidup Gunungkidul Khairudin mengatakan, hingga sekarang, sudah ada 12 pengusaha yang mengatongi rekomendasi izin wilayah usaha pertambangan. Namun rekomendasi ini belum bisa dijadikan alat untuk melakukan aktivitas penambangan.

Sebab, para pengusaha harus melengkapi izin yang lain seperti Amdal hingga izin ekplorasi.

“Sampai saat ini tahapan masih pengurusan amdal dan pengusaha yang sudah mengurus izin ini baru ada empat berkas yang masuk,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Jumat (10/3/2017) kemarin.

Menurutnya, adanya musibah terhadap aktivitas penambangan di Ngawen, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah DIY untuk melakukan pendataan terhadap aktivitas di Gunungkidul.

“Jadi kami belum bisa menentukan titik tambang di mana dan yang masuk kategori rawan ada berapa,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris DLH Gunungkidul Irawan Jatmiko menambahkan, pengurusan izin pertambangan membutuhkan waktu yang lama hingga berbulan-bulan. Adapun pengurusan yang dilakukan tidak hanya sebatas wilayah izin usaha pertambangan. Namun harus dilengkapi dengan perizinan yang lain seperti dokumen amdal hingga izin ekplorasi.
Irawan menuturkan, pengurusan izin ini juga tidak bisa dilakukan secara bersama-sama. Sebab prosesnya harus dilakukan secara bertahap.

“Proses pengurusan tidak mudah. Bahkan saat pengusaha sudah memiliki izin untuk eksploitasi, maka tidak bisa melakukan penambangan dengan sembarangan karena harus memperhatikan keberadaan reklamasi pasca adanya kegiatan tambang,” tandasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post