Iming-iming Sepatu, Pria Ini Nekat Cabuli Anak Tirinya

248 views

Gunungkidulpost.com – Semin – Kekerasan seksual terhadap anak kian marak terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Kali ini menimpa I (17), warga Kecamatan Semin, sebut saja Kuncup yang masih duduk di bangku sekolah.

Akibat ulah bejat S (56) ayah tirinya, Kuncup pun harus menanggung malu lantaran Ia tengah mengandung jabang bayi yang diduga keras hasil dari persetubuhan dengan ayah tirinya.

Mirisnya lagi, dalam melancarkan aksinya S mengiming-imingi korban akan dibelikan pakaian, hingga menambah uang jajan.

Kapolsek Semin AKP Haryanta mengatakan, peristiwa ini terungkap setelah korban memeriksakan kehamilannya ke dokter.

“Korban yang mengeluh sakit perut diperiksan ke dokter oleh Ibunya. Namun betapa kagetnya ketika diketahui hasil pemeriksaan korban tengah hamil,” terang Kapolsek Semin, Selasa, (11/3/2819).

AKP Haryanta menjelaskan,atas kondisi tersebut, Ibunya kemudian mendesak korban untuk bercerita. Dari pengakuan korban Ia sudah tidak menstruasi sejak akhir Desember 2018 lalu.

Yang lebih mengagetkan lagi, lanjut Haryanta, korban mengaku bahwa ayah tirinya yang telah menghamili.

“Tidak terima atas perilaku suaminya, Ibu korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Semin,”kata Kapolsek.

Berdasarkan laporan tersebut, anggota Polsek Semin langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku Rabu,(6/3) lalu. Saat ditangkap, S hanya bisa pasrah saat tanpa perlawanan.

“Dari pengakuan S, Ia nekat melakukan tindakan asusila ini lantaran tergoda dengan kemolekan tubuh korban, hingga timbullah keinginan untuk menyetubuhi korban,” terangnya.

Atas perbuatannya, S dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UURI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UURI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimalnya 5 tahun, paling lama 15 tahun.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Sujoko mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan kasus kekerasan perempuan dan anak.

“Tahun 2018 ada 24 kasus dengan rincian kekerasan terhadap perempuan ada 9 kasus, dan anak ada 15 kasus. Sementara Dari 15 kasus yang menimpa anak,ada 5 kasus seksual, selebihnya kekerasan fisik, psikis dan penelantaran,” bebernya. (Santi)

Related Post