Ini Alasan Mengapa Tanggal 2 Mei Ditetapkan Menjadi Hari Pendidikan Nasional

248 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – 2 Mei merupakan hari yang penting bagi bangsa Indonesia, karena pada hari tersebut diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau yang dikenal dengan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS).

Lalu. Mengapa harus setiap tanggal 2 Mei?
Tanggal 2 Mei dipilih untuk mengenang Bapak PendidikanIndonesia yang selama hidupnya mengabdikan pada dunia pendidikan, yakni Ki Hajar Dewantara.

Dan tanggal 2 Mei bukanlah hari libur nasional, namun Hari Pendidikan Nasional dirayakan secara luas di Indonesia. Perayaannya biasanya ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, dari tingkat kecamatan hingga pusat, disertai dengan penyampaian pidato bertema pendidikan oleh pejabat terkait.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional
Pahlawan yang memperjuangkan pendidikan nasional yaitu Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta pada Tanggal 2 Mei 1889 dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berasal dari keturunan keraton Yogyakarta.

Beliau mengeyam pendidikan di Sekolah Dasar ELS, dan melanjutkan ke sekolah Belanda yang bernama STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputera namun tidak sampai lulus dikarenakan sakit.

Ki Hajar Dewantara menjadi wartawan di beberapa surat kabar seperti Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Lewat tulisannya, beliau melakukan kritik mengenai pendidikan di Indonesia yang hanya boleh dinikmati oleh keturunan Belanda dan orang kaya saja. Hingga akhirnya beliau diasingkan ke Belanda.
Sekembali dari Belanda, Ki Hajar Dewantara mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa.

Lembaga pendidikan Taman Siswa bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada seluruh kalangan masyarakat. Dengan begitu, rakyat Indonesia yang bukan dari golongan priayi maupun bangsawan tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak pada masa itu.

Salah satu Filosofi dan hasil karya Beliau seperti kutipan kalimat “Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani” yang artinya “Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan”.

Makna dari kalimat ini dijadikan motto dan slogan pendidikan serta menjadi landasan dalam rangka memajukan pendidikan di tanah air.
Pada saat Kabinet pertama Republik Indonesia, Beliau diangkat menjadi

Menteri Pendidikan dan mendapat anugerah gelar Doktor kehormatan Doctor Honoris Causa, Dr.H.C. dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Tahun 1957
Beliau wafat pada usia 70 tahun pada Tanggal 26 April 1959, berkat usaha kerja keras dan jasanya dalam rangka merintis pendidikan di tanah air, Beliau dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia atas dasar Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959 pada Tanggal 28 November 1959, dan hari kelahiran Beliau ditetapkan dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia.
Itulah sekelumit kisah tentang sejarah Hari Pendidikan Nasional yang diperingati di Indonesia setiap tanggal 2 Mei. (Falentina)

Related Post