Ini Makna Peringatan Hari Lahir Pancasila

31 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Jumat, 1 Juni 2018, merupakan hari libur nasional untuk memperingati hari lahir Pancasila.

Sudah dua tahun ini atau tepatnya dimulai tahun 2017 lalu, setiap tanggal 1 Juni yang merupakan hari lahir Pancasila, ditetapkan sebagai hari libur secara nasional.

Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung, pada 1 Juni 2016.

Libur hari lahir Pancasila baru terealisasi di era Jokowi.

Putri Soekarno, Megawati Soekarno Putri, sebenarnya sudah mengusulkan agar 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila dan menjadi hari besar nasional, sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Namun, hal itu tak kunjung terealisasi.

Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi pemerintahan Jokowi yang berani mengambil keputusan itu.

Sebelum keputusan hari libur nasional untuk memperingati hari lahir Pancasila ini diketok, Jokowi pernah mengungkapkan harapannya agar Pancasila tak hanya sekadar diperingati saja.

Namun, ia berharap agar Pancasila diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dihimpun dari berbagai sumber, Lahirnya Pancasila bermula dari sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945.

Setelah Muh Yamin dan Dr Soepomo menyampaikan gagasan mereka, Soekarno juga menyampaikan rumusannya pada 1 Juni 1945.

Ada tiga rumusan dasar negara yang diajukan Soekarno, yakni Pancasila, Trisila dan Ekasila.

Namun, yang disetujui oleh anggota BPUPKI adalah Pancasila, yakni kebangsaan Indonesia atau nasionalisme, internasionalisme atau peri-kemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan.

Pidato Soekarno inilah yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Pancasila

Rumusan Pancasila dari Soekarno itu selanjutnya masih dimusyawarahkan dengan berbagai tokoh nasional, hingga teksnya seperti yang kita kenal sekarang. (Bayu Prihartanto)

Related Post