Ini Penyebab Ambulance RSUD Wonosari Disegel

1069 views

Debat, demonstran segel ambulance. (Foto: Nena)


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Biaya penggunaan tidak tercover jaminan kesehatan semesta (Jamkesta) hingga mengakibatkan salah satu pasien RSUD Wonosari meninggal dunia. Dua warga melakukan penyegelan ambulance, sebab biaya penggunaan ambulance pada keluarga tidak mampu tersebut membebankan masyarakat.

Salah seorang pendemo, Endro Guntoro mengatakan, jika aksi tersebut dilakukan adanya keluhan dari keluarga, Edi Subroto warga kecamatan Ponjong. Berdasarkan keterangan keluarga korban, pasien yang di rawat inap di RSUD Wonosari meninggal dunia karena telat merujuk ke rumah sakit Yogyakarta.

“Selama perawat keluarga korban hanya mengandalkan jamkesta. Padahal keluarganya merupakan warga yang tidak mampu,” katanya.

Endro menjelaskan, pihak keluarga korban merasa terkejut, lantaran biaya yang harus digunakan untuk menyewa ambulance itu hingga mencapai Rp. 270.000,-. Padahal keluarga korban saat kejadian tidak membawa uang dan hanya mengandalkan jamkesta tersebut. 

“Pihak keluarga korban terpaksa meninggal STNK motor di RSUD Wonosari sebagai jaminan. Tapi pihak rumahsakit terlalu lama berdebat, sehingga korban meninggal dunia,” jelasnya.

Untuk itu, Endro meminta penjelasan kepada pihak rumahsakit mengenai biaya penggunaan ambulance bagi warga miskin. Sebab diduga telah terjadi adanya pungutan liar kepada warga tidak mampu.

“Kasus ini bukan hanya terjadi sekali ini saja. Pada tiga tahun lalu telah dilakukan penyegelan yang sama. Saya datang disini mempertanyakan manajemen rumahsakit itu atas pelayanan warga miskin. Padahal ambulance ini ditujukan memang bagi warga miskin,” terangnya. (Heri)

mobilambulancedidemo rsudwonosarididemo

Related Post