Ini Penyebab Mahalnya Harga Garam Di Gunungkidul

382 views

image

Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Produksi garam di Kabupaten Gunungkidul terus terus mengalami penurunan. Hal itu sangat berdampak pada harga jual dipasaran yang semakin merangkak naik.

Ketua Kelompok Petani Garam Sepanjang Lestari, Priyo Subyo, mengatakan, sudah sepekan ini para petani garam di Pantai Sepanjang menghentikan produksi garam.

Petani garam yang ada di Pantai Sepanjang, Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul terpaksa menghentikan produksinya karena hujan yang kerap turun dan alat yang terbatas.

Ketua Kelompok Petani Garam Sepanjang Lestari, Priyo Subyo, mengatakan, sudah sepekan ini para petani garam di Pantai Sepanjang menghentikan produksi garam.
Hal ini dikarenakan kerap turun hujan yang menghambat proses pengeringan garam.

“Hujan sudah turun sehingga kami kesulitan dalam melakukan pengeringan,” ujar Priyo, Jumat (13/10/2017) kemarin.

Dia mengatakan, mandeknya produksi garam ini juga disebabkan oleh keterbatasan alat yang dimiliki oleh petani. Alat yang ada seperti terpal untuk saran pengeringan masih kurang, dan lahan yang terbatas membuat produksi garam juga kecil.

“Peralatan kami pun masih sangat minim sehingga menghambat produksi garam,” bebernya.

Sementara itu, Seorang pedagang sembako di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Anik menuturkan, terjadi kenaikan harga garam seminggu terakhir, semenjak memasuki musim penghujan.

“Sudah semnggu ini mengalami kenaikan, rata-rata naik Rp 1.000-2.000. Kenaikan tersebut dari pengepul,” ujar Dwi, Jumat (13/10/2017) kemarin.

Anik mengatakan, tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga garamtersebut. Namun, dari pasokan yang ada memang berkurang. Ia menduga karena produksi garam yang menurun.

“Mungkin karena musim hujan ini produksi garam menjadi turun. Biasanya lancar stoknya, namun mulai kurang mendekati musim penghujan ini,” ujarnya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post