Ini Penyebab Utama Penyakit Campak Meningkat

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Maraknya Kasus campak yang terjadi di Gunungkidul disebabkan karena  rendahnya kesadaran masyarakat untuk memberikan imunisasi pada bayi.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaningastuti mengatakan jumlah kasusnya hingga Mei 2017 mencapai tujuh kasus. Jumlah ini merupakan kasus tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang biasanya berkisar antara 0 hingga satu kasus.

Ia mengatakan, jika campak di wilayah endemis lebih dari lima kasus sebenarnya dinyatakan kejadian luar biasa (KLB). Tetapi, di Gunungkidul ini tidak dinyatakan KLB dengan alasan kasusnya ada di beberapa titik wilayah endemis yang memiliki jarak.

“Penyebab tingginya kasus campak di Gunungkidul karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk memberikan imunisasi kepada anak, terutama imunisasi campak,” ujarnya kepada Gunungkidulpost.com, Jumat (9/6/2017).

Menurut dia, maraknya campak di Gunungkidul sebagai dampak dari pekerjaan pemerintah antara tiga hingga empat tahun silam.
Berdasarkan pencarian oleh tenaga kesehatan Gunungkidul terhadap masyarakat yang seharusnya diimunisasi itu tidak mencapai hasil optimal.

“Masalah yang di Gunungkidul ini, pada saat tiga atau empat tahun lalu, pencarian pasien untuk diimunisasi memang kecil,” terangnya.

Selain itu kemungkinan disebabkan rendahkan kesadaran imunisasi. Tidak semua orang memiliki persepsi yang sama soal kebutuhan imunisasi. Banyak di antara mereka yang memilih tidak memberikan imunisasi anaknya dengan alasan karena tidak sakit. Sejalan dengan itu, capaian imunisasi di DIY tahun ini ditarget mencapai 95% dibandingkan 2016 dengan angka 90%.

“Karena imunisasi ini, tidak setiap orang punya persepsi yang sama, misal ora sakit kok sudah diberikan obat duluhan,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post