Inovasi Baru, Mulai Sekarang Guru Mengajar Tak Harus Bertatap Muka

124 views

Gunungkidulpost.com – Karangmojo – Kabupaten Gunungkidul yang dinobatkan sebagai smart city, membuat inovasi baru dalam bidang pendidikan yang mengimplemantasikan kemajuan teknologi untuk sistem pembelajaran.

Google clasroom sebuah sistem pembelajaran google education, dimana guru mengajar tidak harus bertatap muka langsung dengan siswa.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Direktur PT. Duta Digital Informatika, Partner Google Indonesia, Arya Sanjaya menuturkan program Google education di Gunungkidul merupakan program lanjutan kerjasama dengan Propinsi DIY yang diluncurkan pada tahun 2018.

“Sampai saat ini program google education telah diterapkan di 1.288 sekolah garda depan di seluruh Indonesia,” ungkapnya saat berkunjung ke SMP N1 Karangmojo, Senin (7/10).

Arya mengatakan Kabupaten Gunungkidul menjadi Kabupaten pertama yang ada di DIY yang menerapkan google education.

“Ketiga sekolah yang menjadi rintisan google, yaitu SD 1 Wonosari, SMP 1 Karangmojo, dan SMA 1 Playen semoga dapat menjadi percontohan sekolah lain yang ada di Gunungkidul,” ujarnya.

Salah satu Guru SMP 1 Karangmojo yang lulus sertifikasi Google level 1, Iwan Muharji memaparkan pembelajaran dengan menggunakan Google Education memiliki banyak keuntungan.

“Dengan program tersebut pembelajaran terasa lebih menyenangkan, tidak ada siswa yang ngantuk, tidak tertarik dengan pembelajaran, dan pembelajaran tidak membosankan,” imbuhnya.

Selain hal tersebut guru dimudahkan dalam bekerja terutama mengajak anak dalam berkolaborasi secara online, lebih menghemat kertas (paperles) dalam clasroom, tidak terpisahkan oleh jarak walaupun berbeda tempat.

Iwan mengaku ada beberapa kendala dalam program tersebut diantaranya adalah faktor intern siswa ataupun guru dan masalah koneksi internet.

“Faktor intern siswa yang masih kurang dalam memanfaatkan smartphone dan intern guru yang masih takut dalam perubahan pembelajaran juga menjadi kendala.” jelasnya.

Lanjut Iwan, selama ini dalam menerapakan pembelajaran dengan google education sudah berjalan 6 bulan.

“Sementara ada 6 mata pelajaran yang telah menggunakan program tersebut, dari 12 mapel yang ada. Kedepan akan kita kembangkan lagi,”bebernya.

Hal serupa juga dikatakan Agericharisma, salah satu guru SDN Wonosari 1 yang lulus sertifikasi Google level 1, sistem pembelajaran dengan google education memiliki banyak keunggulan.

“Keuntungannya mengurangi penggunaan cetak (Paperless), kemudahan akses melalui komputer dan android, meningkatkan kolaborasi guru dan orang tua untuk pendampingan belajar anak, akun jogjabelajar tidak ada batasan ruang penyimpanan, dan integrasi antar aplikasi GSuite for Education memudahkan anak untuk mengakses pengetahuan,” terangnya.

Age menambahkan, saat ini program Google Classroom sudah diterapkan secara konsisten pada kelas 4A dan 4B.

“Kelas yang lain juga sudah mulai menerapkan Google Classroom secara bertahap.” tutupnya. (Falentina)

Related Post