Insensitas Hujan Minim, Beberapa Kecamatan Dilanda Kekeringan

423 views

ilustrasi.net





Gunungkidulpost.com – Wonosari – Musim hujan yang kian menurun membuat sejumlah wilayah di Gunungkidul alami krisis air. Tercatat dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul sedikitnya ada lima kecamatan dilanda kekeringan.

Camat Girisubo Jaka Wardaya mengatakan, di Kecamatan Girisubo sendiri ada delapan desa yang mengalami kekeringan, warga sekitar sudah mengajukan permintaan air bersih ke kecamatan. Meski begitu, pihaknya merasa kuwalahan untuk melayani, sebab hanya tersedia lima mobil tangki air bersih. “Semua desa sudah merata, sehingga kita kesulitan untuk melayani,” katanya, Minggu (18/9/2016).

Jaka menjelaskan, selama ini untuk tahap penyaluran air bersih itu sendiri dibagi menjadi dua diantarany, dilakukan secara mandiri oleh kecamatan maupun bantuan droping dari Dinsosnakertrans Gunungkidul. “Untuk droping dari oleh kecamatan sudah dilakukan di empat desa meliputi Nglindur, Songbanyu, Pucung dan Jerukwudel. Sedangkan droping dari Dinas kita fokuskan ke pelayanan di Desa Balong, Jepitu, Karangngawen dan Tileng,” jelasnya.

Menurut Jaka, di wilayah Girisubo sendiri terdapat dua sumber air bersih d yakni di desa Pulejajar dan Jepitu. Namun, sampai saat ini sumber itu belum bisa dimaksimalkan, sehingga untuk intalasi PDAM baru bisa digunakan warga yang tinggal di seputaran dusun Tileng dan Binangung saja. “Maka jika dilihat dari kondisi ini, wilayah Girisubo menjadi daerah rawan kekeringan,” paparnya.

Sementara itu, kekeringan juga di alami kecamatan Rongkop. Hal tersebut diungkapkan Camat Rongkop Asis Budiarto, di wilayahnya air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi warganya, khususnya di Desa Bohol dan Melikan. Selama ini, pihak kecamatan sudah berusaha melakukan droping, tetapi belum semuanya terpenuhi. “Dalam kurun waktu sehari saja, hanya bisa mengirim lima tangki, lainnya kami usulkan ke pemkab,” pungkasnya. (Nena)

Related Post