Isi Surat Keterangan Tidak Mampu Akhirnya Direvisi

129 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul akan merevisi isi surat pernyataan bagi warga yang mengajukan surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Rencananya ada dua opsi terkait revisi isi pernyataan SKTM yang dinilai tidak etis yakni menghilangkan lampiran dari masing-masing agama menjadi satu lampiran dan menghilangkan kata-kata terkutuk menjadi balasan.

“Kami telah berkoordinasi dengan Bappeda Gunungkidul untuk melakukan revisi isi pernyataan dalam SKTM,” kata
Kepala Dinsos Gunungkidul, Siwi Irianti, Jumat (21/6/2019).

Menurut dia, dari hasil diskusi lintas sektoral yakni Diskominfo, Kesra dan Bagian Hukum Setda Gunungkidul dinyatakan bahwa pernyataan yang tercantum dalam SKTM saat ini adalah hal yang wajar.

“Itu rujukannya dari Kementerian Agama. Di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pernyataannya lebih ekstrem lagi karena warga yang memohon SKTM harus siap diazab oleh Allah,” ucapnya, Jumat (21/6/2019).

Siwi menyatakan berdasar hasil diskusi, surat pernyataan dari lima agama dilebur menjadi satu lampiran dengan menghilangkan kata mendapat kutukan dari Tuhan. Sedangkan, alternatif lainnya tetap mempertahankan lima agama dalam surat tersebut namun mengganti kata kutukan dengan balasan.

“Hasil dari diskusi kami seperti itu,” ucapnya.

Saat ini Dinsos Gunungkidul masih menunggu jawaban dari Bupati dan Bagian Hukum Setda Gunungkidul. Saat ditanya soal keefektifan SKTM dalam mengurangi jumlah pemohon SKTM yang pura-pura miskin, Siwi menyatakan sebelum SKTM diterbitkan pemohon harus mengisi formulir yang dimiliki desa kemudian dimasukkan ke sistem informasi desa.

“Masih kita tunggu jawaban dari Bupati,” tutup Siwi. (red)

Related Post