Iwan Selamatkan Krupuk Terung Dari Ancaman Globalisasi

191 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Usaha kerupuk terung atau tepak hingga saat ini terus dilestarikan oleh warga Dusun Selang 1, Desa Selang, Kecamatan Wonosari.

Iwan, yang kini sudah Puluhan tahun menggeluti usaha pembuatan kerupuk terung yang merupakan turun menurun dari orang tuanya.

“Awalnya usaha dari kakek nenek saya. Sudah sejak tahun 1950 lalu, hingga saat ini sudah mulai langka pembuatannya,” kata Iwan, Rabu (5/9/2018).

Ia mengatakan, dibanding kerupuk pres biasa. Kerupuk terung menggunakan bahan pati yang kualitasnya lebih baik. Bumbu yang dipakainya pun harus memiliki kualitas yang lebih baik, agar saat digoreng dapat mengembang dengan baik.

Iwan menambahkan, saat ini pemasaran sudah sampai ke seluruh wilayah Gunungkidul. Ia mengaku cukup kewalahan untuk membuat banyaknya pesanan dari masyarakat.

“Sampai habis terus setiap harinya buat 30.000 kerupuk, padahal untuk permintaannya bisa sampai 50.000. Kami belum bisa memenuhi permintaan semuanya,” ujarnya.

Seluruh proses, lanjut iwan, masih dilakukan secara tradisional, mulai dari membuat awal mencetak, penjemuran, samapi digoreng masih manual.

Harga yang dipatok Iwan pun sangat terjangkau, untuk satu kerupuk yang memiliki warna khas merah dan putih dihargai Rp 6000/ kerupuk yang sudah digoreng.

Ia mengatakan, saat ini yang masih menjadi kendala masalah terbatasnya tenaga kerja yang dimiliki. Ia saat ini hanya dibantu lima orang yang masih keluarga Iwan. Sulitnya mencari pekerja itu dikarenakan untuk pelatihan membuat kerupuk tersebut cukup sulit.

“Ya selain itu masalah cuaca juga sering menjadi kendala untuk pembuatan kerupuk terung. Kalau mendung cuaca tidak panas itu susah menjemurnya, harus menggunakan oven buat manasin,” ujarnya.

Iwan berharap usahanya terus berjalan sehingga kerupuk tersebut dapat terus dinikmati oleh masyarakat.

“Harapan saya masyarakat dapat terus menerima kerupuk ini sehingga kedepan usaha dapat berjalan lancar,” tutupnya. (Heri)

Related Post