Jadi Gudang Ternak Sapi DIY, Harga Sapi Gunungkidul Termahal

1329 views

Ilustrasi.net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Jadi gudang ternak di DIY, ternyata tidak menjamin harga sapi di Kabupaten Gunungkidul murah. Bahkan sejumlah pedagang mengakui bahwa harga sapi mahal.

Salah seorang pedagang sapi dipasar hewan Siyono, Ngadiran mengatakan, harga sapi di Kabupaten Gunungkidul merupakan yang tertinggi di DIY.”Saya kalau jualan sapi itu mulai dari Bantul, Kulonprogo, Sleman dan Gunungkidul,” katanya.

Ngadiran menjelaskan, harga sapi di Gunungkidul untuk berukuan sedang berkisar antara Rp 12.000.000 – Rp 16.000.000 tergantung jenis dan juga ukurannya.”Padahal untuk daerah lain dengan jenis dan berat yang hampir sama besarannya hanya Rp 10.000.000 – Rp 12.000.000,” terangnya.

Disinggung mengenai mahalnya harga sapi Gunungkidul, Ngadiran mengaku tidak mengetahuinya, dirinya hanya menduga bahwa penyebab harga sapi Gunungkidul mahal dikarenakan biaya perawatan yang mahal.”Gunungkidul termasuk daerah tandus, sehingga para peternak harus mengeluarkan uang ekstra untuk membeli hijauan makanan ternak,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul, Krisna Berlian mengatakan, polulasi hewan ternak di Gunungkidul diprediksi mencapai lebih dari 100.000 hewan qurban.Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi di DIY.”Berarti ada lebih dari 100.000 peternak di Gunungkidul, jumlah tersebut merupaka tertinggi di DIY,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, belum lama ini.

Krisna Berlian menjelaskan, banyaknya peternak di Kabupaten Gunungkidul dikarenakan berbagai hal, salah satunya letak Kabupaten Gunungkidul yang jauh dari perkotaan,sehingga hewan sapi akan jauh lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit.”Sehingga sapi akan mudah dikembangbiakan jika tidak terserang penyakit,” jelasnya.

Disinggung mengenai mahalnya harga sapi di Gunungkidul, pria berperawakan tinggi ini mengaku tidak mengetahui secara pasti.”Karena untuk ranah harga itu yang berwenang di Disperindakop bukan di dinas peternakan Gunungkidul,” terangnya.

Meski begitu, diakui Krisna terdapat sejumlah faktor penyebab harga sapi Gunungkidul mahal, diantaranya mengenai biaya perawatan sapi Gunungkidul yang lebih mahal.”seperti yang kita ketahui bahwa sering kali peternak harus membeli hijauan makanan ternak mengingat daerah Gunungkidul daerah tandus,” ungkapnya.

Krisna mengungkapkan, peternak di Gunungkidul mempunyai keunikan jika dibandingkan peternak lain, dimana umumnya para peternak sapi juga merupakan seorang petani.”Sehingga bisa dimanfaatkan kotoran sapi untuk pupuk,” ungkapnya.

Disinggung mengai banyaknya peternak sapi di daerah tandus, Krisna Berlian memprediksi bahwa hal tersebut merupakan kebiasaan nenek moyang. Dimana pada zaman dahulu belum terdapat pupuk pabrikan sedangkan para petani hanya memanfaatkan pupuk hewan.”Terus turun temurun hingga saat ini, makanya biasanya peternak juga merupakan petani,” tutupnya.(Maya)

Related Post