Jakarta Sudah Sesak, Warga Gunungkidul Dilarang Merantau Ke Ibu Kota

90 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, salah satu wilayah yang penduduknya merantau ke kota besar di Indonesia.

Tercatatan salah satu paguyupan perantau, yakni Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) memiliki kurang lebih 300 ribu warga kota gaplek yang tinggal diperantauan.

Menurut Ketua Umum IKG Drs. Eddy Sukirman, MM menyampaikan, saat ini jumlah anggota IKG telah mencapai 300an ribu warga yang merantau. Pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan angka pasti anggotanya.

Terbanyak diantaranya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Angka ini cukup besar karena untuk dari data sensus penduduk tahun 2014 penduduk Gunungkidul sekitar 700 an ribu orang.

Menurut dia, sejak berpuluh-puluh tahun silam setiap lulus sekolah baik SD, SMP, hingga SMA warga banyak yang meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib di tanah perantauan. Kondisi ini disebabkan Kabupaten Gunungkidul sulit mencari pekerjaan kala itu.

“Banyak anak muda lulus sekolah merantau ke kota besar dan bekerja seadanya. Namun berkat kegigihan warga Gunungkidul yang terkenal giat bekerja mampu ditunjukkan keberhasilannya,” katanya kepada wartawan seusai syawalan di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunungkidul Jumat (7/6/2019) kemarin.

Dengan kondisi alam yang terdiri dari batuan dan minim sumber air, menempa jiwa warga untuk gigih berjuang bertahan hidup. Hingga terbawa saat bekerja di kota besar. Maka tidak jarang ditemui sejumlah warga Gunungkidul yang menjadi pengusaha besar, karier yang bagus saat menjadi Pegawai Negeri, tetapi tak sedikit yang kurang beruntung saat mengadu nasib.

Namun demikian dengan kondisi saat ini perkembangan pariwisata yang meningkat, iklim investasi yang bagus. Pihaknya berharap anak muda tidak merantau, tetapi membuka lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan kemudahan yang ada saat ini, ataupun bekerja diberbagai sektor yang ada.

“Jakarta sudah sumpek lebih baik tidak usah merantau. Saya saja pengen kembali ke sini. Sudah penat rasanya tinggal di kota besar,” ungkapnya.

Eddy mengatakan, persaudaraan IKG kuat dengan tanah kelahirannya. Terbukti saat terjadi bencana banjir, IKG memberikan sumbangan yang mencapai ratusan juta untuk membangun infrastruktur dan bantuan logistik.

“Persaudaraan dan kegiatan IKG disana sangat baik. Sampai anak cucu warga Gunungkidul yang lahir di luar Gunungkidul masih mau mengaku warga asli sini. Oleh sebab itu kami berkomitmen IKG terus tumbuh kembang supaya tetap menjaga persaudaraan yang kuat saat ditanah rantau,” tutup Eddy. (Bayu)

Related Post