Jelang Pengumuman Hasil Pemilu, Jamaah Tabligh Gunungkidul Serukan NKRI Harga Mati

49 views

Gunungkidulpost.com – Semanu – Menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 tanggal 22 Mei menculnya isu people power kian santer.

Hal itu mendapat tanggapan serius dari Jamaah Tabligh Kabupaten Gunungkidul. Mereka berharap para ulama tidak mudah terprovokasi dan tetap menanamkan kedamaian.

“Jamaah tabligh tidak pernah membahas politik, apalagi mengarah ke suatu gerakan tertentu. Untuk itu kami harap para ulama tidak mudah terprovokasi dan wajib menanamkan kedamaian,” kata Pimpinan Jamaah Tabligh Kabupaten Gunungkidul, Ustad Mahmud Ali saat menggelar buka bersama di Rumah Makan Bu Tiwi, Jumat (17/5/2019).

Dia mengaku, bahwa jamaah tabligh adalah suatu komunitas yang kerap berdakwah dari Masjid ke Masjid. Kendati komunitas berbasis agama, dalam berdakwa jamaah tabligh tidak pernah membahas politik, apalagi mengarah ke suatu gerakan tertentu.

“Kehadiran kita di sini (Gunungkidul) agar masyarakat bisa mengamalkan agama Islam, karena jika mengamalkan agama dengan baik secara otomatis menjadi warga negara yang baik,” ujarnya.

Hal itu karena dalam agama Islam mengajarkan umat untuk patuh dan taat terhadap Ulil Amri, yakni pemimpin. Di mana Ulil Amri di Indonesia adalah Pemerintah, karena itu jamaah tabligh bukanlah gerakan yang menentang NKRI atau Pancasila.

“NKRI dan Pancasila itu harga mati, dan tidak ada keraguan untuk hal itu. Mengamalkan agama Islam berarti harus taat kepada ulil amri, yang di Indonesia ulil amrinya adalah Pemerintah,” paparnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Gunungkidul, Mayor Sunaryanto mengatakan, bahwa jamaah tabligh adalah salah satu gerakan yang giat melakukan dakwah di Gunungkidul. Bahkan, dalam pelaksanaannya mereka tetap memegang teguh Pancasila.

“Selain mengajarkan agama Islam, mereka juga mengajarkan persatuan dan kesatuan di Indonesia. Untuk itu kami harap jamaah tabligh membawa kerukunan dan selalu menjaga NKRI,” tutupnya. (Bayu)

Related Post