Jelang PPDB Online, Sekolah Belum Bentuk Tim Verifikator

106 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Guna mengantisipasi pemalsuan surat domisili, sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Gunungkidul belum membentuk tim verifikator.

Sesuai aturan dalam sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB), calon siswa diwajibkan melampirkan surat domisili berupa kartu keluarga (KK) di sekitar sekolah yang akan dipilih.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Pendidikan (Permendikbud) No.51/2018 tentang PPDB 2018, untuk lama domisili merujuk pada KK yang diterbitkan enam bulan sebelumnya.

Sedangkan dalam Permendikbud baru untuk PPDB 2019 didasarkan pada alamat KK yang diterbitkan minimal satu tahun sebelumnya.

Wakil Kepala Humas SMA Negeri 2 Wonosari, Satsu Widodo, mengatakan jajarannya belum membentuk tim untuk memastikan kebenaran domisili calon siswa. Menurutnya, pengecekan hanya dilakukan untuk pemegang surat keterangan tidak mampu (SKTM).

“Kami belum bentuk tim verifikasi. Dan kedepan akan kami bahas. Selain itu pemalsuan SKTM juga rawan terjadi,” kata Satsu, Rabu (19/6/2019) kemarin.

Terpisah, Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Gunungkidul, Sangkin, menjelaskan sampai saat ini untuk perpindahan domisili belum ada masyarakat yang mengajukan.

“Untuk saat ini tidak ada permasalah tentang domisili,” ucap Sangkin.

Sangkin menjelaskan, dalam petunjuk teknis (juknis) secara jelas menyatakan bahwa perpindahan domisili wajib melampirkan KK. Disinggung mengenai perubahan zonasi di mana luas cakupan SMA diperluas lagi, Sangkin menyatakan dalam satu desa dapat mengakses tiga sekolah.

Sangkin menambahkan, sebuah sekolah di Gunungkidul zonasi satunya bisa mencapai 17 kelurahan atau desa.

“Patokannya tidak berdasarkan jarak tetapi domisili sesuai dengan kelurahan atau letak desanya,” tutup dia. (Falentina)

Related Post