Jembatan Putus, Begini Perjuangan Siswa Untuk Pergi Ke Sekolah

308 views
image

Perahu Karet Untuk Untuk Membantu Transportasi Warga Gelaran. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Karangmojo – Jembatan putus diterjang banjir, sejumlah pelajar di Padukuhan Gelaran 1, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo harus bertaruh nyawa dengan menyebrang sungai setinggi tiga meter lebih menggunakan kapal karet.

Kondisi tersebut harus dijalani warga sebab hingga kini pemerintah belum membangun jembatan darurat.

Salah satu warga Desa Bejiharjo, Sugiyanto mengatakan putusnya jembatan tersebut juga mengakibatkan 400 warga terisolir. Meski sudah hampir sepekan, namun hingga kini jembatan tersebut tak juga diperbaiki oleh pemerintah.

“Sudah hempir sepekan ini warga harus berjuang demi mencari nafkah dan anak-anak pun harus rela mempertaruhkan nyawanya ke sekolah dengan menyeberangi kali dengan perahu karet,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (4/12/2017).

Lebih lanjut, pihaknya berharap pemerintah segera membuat jembatan ini  untuk memperlancar aktivitas mereka. Oleh sebab itu, jika hujan kembali melanda wilayah ini akan memperparah kondisi yang ada.

Pihaknya mengaku meski tinggal diwilayah terisolir warga tidak mau diungsikan.

“Jika terjadi luapan air lagi warga tidak bisa menyebrang menggunakan perahu,” paparnya.

Sementara itu salah satu siswa setempat, Widia Rimba Gita Cahyani menuturkan, kejadian ini tak hanya mengganggu aktivitas para siswa yang hendak pergi ke sekolah.
Putusnya jembatan juga sangat mempengaruhi aktivitas perekonomian di wilayah ini.

“Untuk bisa menuju ke Padukuhan lain warga harus memutar sejauh 28 kilometer denga  kondisi jalan yang terjal dan melewati hutan,” ungkapnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post