Jumlah Penderita Stunting Terus Ditekan

139 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Jumlah penderita stunting di Gunungkidul terus ditekan. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memiliki dua upaya untuk mengatasi hal tersebut.

Yang pertama adalah upaya spesifik, dan kedua adalah upaya sensitif.
Dari kedua upaya tersebut, masih dijabarkan lagi menjadi beberapa poin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati menjelaskan, ada beberapa langkah yang dilakukan dalam upaya spesifik yaitu pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri, kampanye ASI Eksklusif.

“Upaya yang harus dilakukan dari sektor kesehatan dan non kesehatan,” katanya, Senin (23/9/2019) kemarin.

Ia mejabarkan, ada beberapa langkah yang dilakukan dalam upaya sensitif yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Pendidikan melalui PAUD dan BKB, edukasi Kesehatan Remaja melalui sekolah, pencegahan pernikahan usia dini, keluarga berencana, pendidikan gizi masyarakat, pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan advokasi di tingkat kecamatan tentang stunting.

Dirinya menjelaskan, stunting merupakan indikator yang menunjukan kekurangan gizi kronis pada balita, terutama pada masa 1.000 hari kehidupannya, dihitung dari masa janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.
Persoalan stunting bukan sebatas tinggi tubuh yang kurang.

“Angka stunting balita di kabupaten Gunungkidul pada tahun 2017 mencapai 20.60 %, sedangkan di tahun 2018 menurun menjadi 18.47 %. Kami harap di tahun ini mengalami penurunan,” imbuhnya. (Bayu)

Related Post