Jumlah Siswa Di Gunungkidul Semakin Kritis

399 views
image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Jumlah peserta didik di Gunungkidul terus mengalami penurunan. Terbukti dari jumlah peserta Ujian Nasional tingkat SMP dari tahun ke tahun selalu menurun.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mencatat, untuk peserta UN tingkat SMP dan atau sederajat di tahun ini mencapai 9.960 siswa. Dibandingkan tahun lalu mengalami penurunan hingga 284 siswa.

Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, penurunan itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan bertahan hingga sekarang ini.

“Jumlah penurunan yang terjadi fluktuatif setiap tahunnya,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (24/4/2017).

Menurut dia, ada beberapa penyebab yang membuat jumlah siswa di Gunungkidul dalam tren penurunan. Faktor pertama, fenomena ini terjadi karena adanyaa anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, misalnya dari SD ke SMP atau SMP ke SMA.

Sedang faktor lainnya, penurunan terjadi karena keberhasilan program Keluarga Berencana yang digalakkan Pemerintah Kabupaten. 

“Memang jumlah murid sejak dari SD sudah tidak banyak lagi,” ujarnya.

Menurut mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah ini, adanya penurunan jumlah siswa, khususnya di tingkat SD maka disdikpora membuat kebijakan penggabungan sekolah. Langkah ini dilakukan untuk efisiensi terhadap penggunaan anggaran yang dimiliki.

“Proses ini dilakukan tanpa alasan. Namun dalam prosesnya penggabungan dilakukan dengan kajian mendalam sehingga upaya tersebut tidak menjadikan masalah di masyarakat,” imbuhnya.

Makin berkurangnya jumlah siswa ini diakui oleh Eko Pramono, Kepala Sekolah SD Negeri Wonosari IV. Menurut dia, penurunan tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, namun menyebar merata di seluruh wilayah. Dia menyontohkan, di tempat ia mengajar, jumlah siswa di setiap kelas hanya mencukupi dan tidak sampai lebih dari 30 anak.

“Kebetulan kami juga bekerja sama dengan Balai Rehabillitasi Sosial dan Pengasuhan Anak di Ledoksari, Desa Kepek, jadi bisa saling mengisi sehingga jumlah siswa dapat memenuhi kuota rombongan belajar,” ungkap Eko. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post