Juru Parkir Liar Resahkan Wisatawan

55 views

Gunungkidulpost.com – Tepus – Adanya pungutan liar di obyek wisata membuat sejumlah wisatawan menjadi korban.

Juru parkir (jukir) liar di Pantai Sadranan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus dinilai meresahkan wisatawan.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diminta untuk segera turun tangan.

Setyo Kuncoro Slsalah satu wisatawan yang menjadi korban jukir liar di Pantai Sadranan mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (29/6) lalu.

Dia saat memasuki kawasan Pantai Sadranan dia telah membayar uang parkir sebesar Rp2.000 dengan bukti sebuah karcis. Setelah membayar Setyopun beranjak ke lahan parkir. Namun dia kaget saat memarkir kendaraan dia kembali diminta uang parkir oleh oknum jukir sebesar Rp 3.000, tapi tanpa karcis.

Oknum jukir itu mengaku lahan parkir yang digunakan untuk Setyo adalah miliknya sehingga harus membayar kembali tanpa memberi karcis.

Daripada terjadi keributan, dengan terpaksa Setyopun memberikan uang parkir tersebut.

“Saya ikhlas, Enggak papa lah membayar dua kali,” katanya kepada wartawan, Jumat (6/7/2018).

Wisatawan yang lainnya, Abu Fadhil Aqila juga mengungkapkan hal serupa. Adapun kejadian itu berlangsung saat dia berkunjung ke Pantai Sadranan pada Selasa (19/6) lalu.

Abu mengungkapkan telah membayar retribusi saat masuk TPR sebesar Rp10.000. Saat memasuki lokasi wisata, dia juga telah membayar retribusi parkir sebesar Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Akan tetapi saat hendak pulang dia kembali ditarik uang parkir sebesar Rp5.000.

“Kok bisa ya [bayar parkir lagi] jika dihitung kami bayar dua kali jadi Rp7.000. Dia [oknum jukir] juga tidak berseragam,” ungkapnya.

Dia berharap dinas terkait bisa segera menindak para jukir liar tersebut supaya wisatawan lebih nyaman dan betah saat berlibur di Gunungkidul.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengakui praktik jukir liar di obyek wisata khususnya di Pantai Sadranan memang masih terjadi. Adapun untuk mengantisipasi hal itu pihaknya terus lakukan imbauan serta pembinaan kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pemerintah desa terkait.

“Pasti kami akan selalu lakukan pembinaan kepada mereka [pokdarwis dan pemerintah desa] untuk mau bekerjasama dalam memberantas jukir liar ini,” ujarnya. (Bayu)

Related Post