Kasus Bunuh Diri Lansia Merangkak Naik, Pejuang HAM Angkat Bicara

121 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Kasus bunuh diri yang marak terjadi di Kabupaten Gunungkidul paling tinggi terjadi pada Lansia.

Hal itu menjadi permasalahan krusial yang menjadi perhatian dari berbagai kalangan mulai dari pemerintah, aparat keamanan hingga lembaga-lembaga kemasyarakatan.

Noor Romadlon, Direktur Forum Pendidikan dan Perjuangan Hak Asasi Manusia (Fopperham) mengatakan, Gunungkidul memiliki Lansia penyandang dimensia yang tertinggi di DIY yaitu mencapai 29,4 persen dibandingkan 20,1 persen rata-rata lansia penyandang dimensia di kota/kabupaten lain di DIY.

“Salah satu cara untuk menyelesaikan kasus bunuh diri dan dimensia ini adalah mengajak para lansia untuk berkegiatan sehingga mereka tidak merasa depresi dan kesepian,” katanya, Rabu,(24/4/2019).

Noor Romadlon menyampaikan Fopperham sendiri sudah terbentuk selama dua tahun dan mulai menginisiatif rakyat untuk bergerak memberdayakan dirinya sendiri untuk memperjuangkan Lansia.

Fopperham mulai bekerja untuk para Lansia di Desa Kedungkeris,Kecamatan Nglipar. Dengan 57 relawan yang terdiri dari ibu-ibu dan perempuan muda,Fopperham terus melakukan pendampingan terhadap 738 Lansia.

“Sementara baru bergerak di Desa Kedungkeris, tidak menutup kemungkinan akan bergerak kewilayah lain yang ada diseluruh Gunungkidul,”ujarnya.

Adapaun beberapa kegiatan yang dilakukan Fopperham diantarnya melakukan timbang badan Lansia, pemberian gizi Lansia, senam Lansia serta pelatihan penanganan stroke,pelatihan Hak Asasi Manusia (HAM) serta melakukan pendampingan mengunjungi para Lansia secara rutin serta mencatatnya dengan pihak relawan setempat ataupun para mahasiswa.

“Kami memiliki komitmen bersama dalam satu slogan, Selangkah Meraih Berkah Ngurusi Simbah,” tuturnya.

Komitmen bersama ini mereka turunkan dalam agenda pertemuan rutin Lansia setiap bulan dan mengunjungi Lansia yang sudah tidak dapat beraktifitas serta menuliskan kegiatan tersebut dalam sebuah buku harian catatan pendamping Lansia.

Noor Romadlon menambahkan, apa yang pihaknya lakukan tentu sudah mendapat dukungan dari Pemerintah Desa setempat. Kisah sukses partisipasi dan keterlibatan rakyat dan keterbukaan Pemdes dalam konteks demokrasi otonomi daerah inilah yang akan coba terus didorong didesiminasikan,salah satunya dengan mengadakan Genyar Lansia pada Kamis,(24/4/2019) di Balai Desa Kedungkeris.

“Akan ada beberapa acara dalam Gebyar Lansia besok,diantaranya senam Lansia, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, pentas kesenian Lansia dan bedah buku relawan tentang kerelawan pemdamping Lansia,”tutupnya. (Santi)

Related Post