Kasus Miras Oplosan Maut, Pemdes Gencar Lakukan Pengawasan

714 views

Barang bukti yang diamankan (Foto : Doc)

Gunungkidulpost.com – Ngawen – Kasus miras oplosan maut yang menewaskam dua orang di desa Tancep, kecamatan Ngawen menjadi perhatian banyak pihak. Untuk itu Pemerintah desa setempat gencar melakukan pengawasa1n terhadap peredaran miras di wilayahnya.

Kepala Desa Tancep Ngawen Sunardi mengatakan, jika kasus miras opolasan maut ini diharapkan tidak terulang lagi di wilayahnya. Kedepan adanya kasus ini dapat menjadi pembelajaran bersama baik masyarakat maupun pemerintah.

“Saya harap kasus ini cukup yang terakhir ini dan tak terulang kembali. Untuk itu perlu adanya kerjasama yang baik antara masyarakat maupun kepolisian,” katanya, Selasa (24/10/2016).

Guna menekan kasus tersebut agar tidak menyebar ke wilayah lain, kata Sunardi, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi bahaya miras oplosan kepada masyarakat di desa Tancep.

“Dengan memperbanyak sosialisasi warga bisa semakin sadar dan menjauhkan diri dari miras itu,” pungkasnya. 

Untuk diketahui sebelumnya, dua orang warga meninggal dunia dan satu orang dirawat dirumah sakit lantaran melakukan pesta minuman keras jenis oplosan. Kedua korban yakni Melani Setyani (23) warga Jawa Barat dan Handoko (46) warga Tancep, Ngawen.

Hilangnya kedua nyawa warga tersebut bermula ketika pada Sabtu (22/10) sekira pukul 14.00 sd 17.30 korban melakukan pesta minuman keras jenis ciu dan anggur merah di rumah Sutarmi (60) warga Tancep.

Setelah itu korban merasakan badan panas dan muntah muntah, selanjutnya Minggu (23/10) sekitar pukul 08.00 WIB korban dibawa ke RSKB Islam Cawas, Klaten. Namun Melani meninggal di rumah sakit, dan Handoko meninggal sekira pkl 23.00 wib. (Nena)

Related Post