Kasus Pemasungan Di Gunungkidul Masih Tinggi, Ternyata Ini Penyebabnya

24 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Gunungkidul masih marak terjadi.

Hal itu lantaran, belum optimalnya penanganan kesehatan bagi orang dengan gangguan jiwa.

Selain belum optimal, fasilitas kesehatan menjadi faktor penyebabnya.

Kepala Seksi Kesehatan Rujukan & Kesehatan Khusus Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi mengatakan, pelayanan yang tidak paripurna dalam penanganan kesehatan jiwa akan berdampak pada pemasungan terhadap ODGJ.

“Bentuk pemasungan ini beraneka macam, tapi intinya membatasi interaksi sosial dengan lingkungan sekitar,” kata dia, dalam seminar Peringatan Hari Kesehatan Mental di bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul, Rabu (10/10/2018).

Menurut dia, merujuk data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, ditemukan tingkat gangguan emosional di DIY sebesar 8.1%. Sementara rerata nasionalnya 6%. Berdasarkan hitungan per milnya, tingkat gangguan jiwa berat atau psikotik di DIY yang berada di angka 2,7 dan merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Dengan jumlah tersebut, kasus pasung yang tercatat hingga hari ini sebesar 14.3%.

“Setiap 1.000 orang di DIY kata Anung terdapat tiga orang pengidap gangguan jiwa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gununungkidul, Siwi Iriyanti mengatakan dalam penanganan ODGJ telah dilakukan pihaknya dengan bekerjasama lintas OPD. Selain itu dia menekankan pentingnya peran keluarga agar ODGJ didorong untuk rajin mengkonsumsi obat.

“Faktor terpenting itu memang bagaimana yang bersangkutan mau minum obat dengan rutin agar segera sembuh,” ucapnya.

Terkait dengan pemasungan Dinsos Gunungkidul mencatat sebanyak 11 dari 46 ODGJ yang terdata hidup dalam praktik tersebut. (Bayu)

Related Post