Kasus Pernikahan Dini Di Gunungkidul Masih Tinggi

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Tingginya kasus pernikahan dini di Kabupaten Gunungkidul berkaitan erat dengan tingginya angka kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan remaja. Pasalnya banyak anak di bawah umur yang hamil terlebih dahulu dan terpaksa menikah dini.

Kasi Kesehatan dan Gizi Keluarga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Triana, membenarkan jika angka persalinan remaja di Gunungkidul masih tinggi, dan hampir separuh dari kasus persalinan tersebut merupakan kehamilan tidak diinginkan (KTD).

Hal tersebut dilihat dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, pada tahun 2015 lalu, terdapat 405 kasus persalinan remaja, sebanyak 236 kasus merupakan KTD. Tahun 2016, jumlahnya menurun menjadi 310 kasus, dengan kehamilan tidak diinginkan sebanyak 121 kasus.

“Angka persalinan remaja ini masih cukup tinggi. Separuhnya adalah hasil dari kehamilan tidak diinginkan,” katanya kepada Gunungkidulpost.com Rabu (17/5/2017).

Dia menambahkan, tingginya angka persalinan ini merujuk kepada masih tingginya kasus pernikahan dini di Gunungkidul. Padahal dikatakannya, pernikahan dini hanya akan menimbulkan berbagai masalah, mulai dari masalah medis, psikologi, sosial sampai ekonomi. 

“Pernikahan dini akan menimbulkan berbagai masalah keluarga,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post