Keamanan Wisata Susur Goa Sudah Penuhi Standar Internasional

47 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Banyaknya kawasan yang memiliki banyak goa untuk obyek wisata, para pengelola wisata goa di Kabupaten Gunungkidul sudah melakukan standar keamanan pengunjung, pemandu hingga keseimbangan ekosistem.

Seperti yang dilakukan oleh pengelola cave tubing gua Kalisuci, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Warga sekitar yang sebagian diantaranya pemuda pecinta alam sudah melakukan kajian tentang keamanan goa.

“Jadi warga disini memang suka masuk goa, dan sebagian diantaranya memiliki basic (dasar) pengetahuan tentang gua. Mereka melakukan maping di kalisuci sebelum digunakan untuk lokasi wisata,” kata Ketua Pokdarwis Kalisuci Muslam Winarto, Selasa (10/7/2018).

Kalisuci merupakan salah satu sungai bawah tanah. Cave tubing yakni aktivitas menyusuri goa dengan menggunakan alat bantu berupa perahu karet atau ban dalam. Cave tubing pengunjung ditarik Rp 80000, dengan rute sekitar 700 meter yang menyusuri empat goa kalisuci, luweng glatik, goa glatik, dan terakhir luweng gelung dengan durasi 1,5 jam hingga 2 jam. Dengan lamanya waktu tempuh, dan juga besarnya resiko yang dihadapi, pihak pengelola melakukan langkah antisipasi zero accident.

Pengelola sudah memasang sistem deteksi dini banjir menggunakan sistem internet. Jika hulu sudah banjir maka dilakukan evakuasi pengunjung, dan juga menutup sementara lokasi.

“Selain sistem peralatan yang dipasang, ada petugas khusus yang mengawasi,”ucapnya.

Untuk pengunjung, wajib mengenakan standar keamanan mulai helm, pelindung siku hingga pelampung. Jika salah satu alat tidak terpasang maka pengelola tidak akan mengajak masuk ke dalam goa. Selain itu, bagi wisatawan yang menderita penyakit seperti asma dan lemah jantung tidak disarankan untuk ikut dalam cave tubing.

Sementara itu, General Manager Geopark Gunungsewu, Budi Martono mengatakan, ada ratusan gua yang digunakan untuk wisata dikawasan gunungsewu yakni Kabupaten Gunungkidul, Pacitan, dan Wonogiri. Pihaknya bersama pengelola sudah berkomitmen untuk melakukan standar keamanan saat memasuki gua.

“Teman-teman pengelola sudah mengetahui standarnya bagaimana saat akan masuk gua. Namun melihat perkembangan kita akan petegas menjadi standar yang sudah ditetapkan oleh Speleologi,” ungkap Budi. (Bayu)

Related Post