Kekeringan Meluas, Pemkab Belum Tetapkan Status Darurat

image

Pelepasan tangki bantuan air bersih untuk wilayah dampak kekeringan (Foto: Heri)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Meski kekeringan semakin meluas tetapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul belum akan menetapkan status darurat kekeringan untuk Gunungkidul.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sutaryono, mengatakan, Sutartono, mengatakan, hingga kini dampak kekeringan meluas mencapai 12 Kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Rongkop, Paliyan, Panggang, Girisubo, Purwosari, Tepus, Tanjungsari dan Nglipar, Patuk, Ponjong, Ngawen, dan Gedangsari.

“Seharusnya ada 11 Kecamatan yang mengalami kekeringan dan telah dilakukan dropping. Namun ditambah satu kecamatan lagi yakni Kecamatan Ngawen,” ujar Sutaryono, kepada Gunungkidulpost.com, Senin (25/9/2017).

Sutaryono mengatakan, kendati wilayah kekeringan meluas, namun dropping air telah dilakukan di 12 kecamatan. Dia menambahkan, saat ini sebanyak 2.100 tangki air bersih telah disalurkan kepada wilayah terdampak kekeringan. Sementara itu, untuk penetapan status darurat kekeringan dirasakan tidak diperlukan, mengingat anggaran darurat kekeringan yang hingga kini masih Rp 200 juta.

“Selain itu, banyak bantuan air bersih berdatangan dari berbagai pihak.
Musim hujan pun diperkirakan akan segera tiba pada Oktober 2017 ini, sehingga penetapan status darurat kekeringan masih belum diperlukan,” pungkasnya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post