Kekeringan Meluas, Pemkab Terus Suplay Air Bersih

image

Gunungkidulpost.com – Wonosari -Krisis air akibat musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul semakin meluas. Hal ini disampaikan oleh Taryono, Kasi Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Senin,(24/7/2017).

“Dua minggu lalu kita informasikan ada 7 Kecamatan yang mulai mengalami krisis air bersih, hingga saat ini sudah meningkat menjadi 8 kecamatan dari 18 kecamatan yang yang ada di Gunungkidul,” jelas Taryono kepada Gunungkidulpost.com.

Lebih lanjut Taryono nenuturkan,  hal tersebut terlihat dengan adanya permintaan droping air dari wilayah Kecamatan Nglipar, yang sebelumnya belum masuk dalam wilayah rawan kekeringan.

Meskipun demikian pihak BPBD setempat belum menambah intensitas droping air.  

“BPBD masih tetap mengarahkan 7 armada tangki kapasitas 5000 liter untuk melakukan droping sebanyak 28 rit per hari,” tambahnya.

Sejak telaga mengering, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terpaksa membeli air dari tangki swasta dengan harga Rp.110.000 hingga Rp. 150.000 per tangki. Salah satu warga mengaku sudah menghabiskan tiga tangki air bersih selama musim kemarau yang terjadi sejak 3 bulan lalu.

“Dampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul juga diperparah dengan tidak lancarnya pasukan air dari perusahaan air milik pemerintah,”pungkasnya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post