Kekurangan Penyuluh Perikanan, Dewan Sentil Pemkab

53 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Terbatasnya tenaga penyuluh dibidang perikanan menjadi salah satu perhatian khusus bagi kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Gunungkidul.

Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Tri Iwan Isbumaryani mengatakan perubahan sejumlah aturan status kepegawaian penyuluh menyebabkan menjadi PNS pusat sehingga daerah sulit untuk menambah tenaga penyuluh perikanan.

“Banyak penyuluh yang tua pensiun, sementara untuk pengangkatan lagi moratorium dari pusat lampu hijaunya dari sana. Salah satu solusinya mungkin dengan Tenaga Harian Lepas (THL) namun terkadang juga terkendala,” kata Tri Iwan, Jumat (11/5/2018).

Dia menuturkan, untuk pemanfaatan potensi ikan yang ada sekarang masih kurang maksimal, karena saat ini untuk pemenuhan rumah makan seafood di Gunungkidul, masih mengambil dari luar daerah.
Menurut dia, hal ini perlu perhatian serius dari Pemkab.

“Seharusnya regenerasi nelayan diperhatikan, program pemerintah atau dinas terkait untuk mendukung nelayan harus ditingkatkan,” bebernya.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Gunungkidul, Khairuddin mengatakan untuk banyaknya penyuluh dirasa sudah cukup.

“Saya rasa untuk jumlah penyuluh sudah memenuhi, selain itu kualitas SDM juga sudah cukup baik,” tandasnya.

Menurut Khairuddin dengan 16 penyuluh sudah baik, tetapi memang lebih baik jika dalam satu kecamatan ada satu penyuluh. Kondisi belum memenuhinya satu kecamatan satu penyuluh tersebut, dikarenakan masing-masing lokasi beda potensi ikannya.

Terkait masalah banyaknya rumah makan seafood di Gunungkidul yang sering kekurangan stok bahan ikan untuk masakannya, Khairuddin mengatakan hal tersebut dikarenakan banyaknya ikan tangkapan di Gunungkidul yang dibeli luar daerah.

“Memang Gunungkidul masih kekurangan stok ikan untuk menyuplai rumah makan dan kuliner ikan. Itu semua lantaran banyak hasil tangkapan ikan yang dijual ke luar daerah,” tutupnya. (Bayu Prihartanto)

Related Post