Kemanag Akan Pantau Materi Ceramah Shalat Idul Fitri

12 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan mimbar dakwah Shalat Idul Fitri menjadi ajang politik praktis, Kementrian Agama (Kemenag), Gunungkidul, akan melakukan pemantauan materi.

Kepala Kemenag, Gunungkidul, Aidi Johansyah mengatakan mendekati tahun Pemilu memang ada antisipasi khusus untuk mencegah perpecahan di masyarakat yang diakibatkan isi khotbah yang berbau politik.

“Kami menghimbau kepada semua khotib untuk menyampaikan dakwah yang damai, membawa pesan damai, tidak melakukan ujaran kebencian,” kata Aidi kepada wartawan, Kamis (7/6/2018) kemarin.

Sementara itu, Kepala seksi Bimas Islam Kemenag Gunungkidul, Arif Gunadi, mengatakan akan meminimalisir kondisi ketidakberimbangan di masyarakat dampak dakwah yang bermuatan politik.

“Untuk menghindari kondisi tidak berimbang di masyarakat akan ada pemantauan secara intensif, agar tidak ada yang menyampaikan materi yang bernuansa memecah belah persatuan dan kesatuan,” paparnya.

Dia mengharapkan para penceramah dapat mensejukan situasi kondisi walaupun memasuki tahun politik. Pihaknya juga akan meminta naskah dakwah yang akan disampaikan oleh para penceramah saat shalat Idul Fitri nanti.

Ia berharap agar saat pelaksanaan Shalat Idul Fitri baik di masjid maupun lapangan dimana total ada 1.135 titik dapat berjalan lancar, dan menjaga nilai-nilai toleransi.

“Kami siapkan tim di lapangan untuk mendeteksi Khotib atau Mubalig yang dimungkinkan menimbulkan disharmonisasi. Kami akan meminta naskah yang akan disampaikan saat ceramah shalat Idul fitri, jika memang ada yang mencurigakan atau bermuatan politik akan kami konfirmasi,” tutupnya. (Bayu)

Related Post