Kenaikan Tarif Listrik, Pelanggan PDAM Terkena imbas

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pelanggan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani terancam terkena imbas atas kenaikan pajak listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk industri. Kenaikkan tarif tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk menutupi biaya pengeluaran PDAM yang semakin membengkak.

Adanya kenaikkan pajak listrik PJU bagi industri akan membuat pengeluaran semakin membengkak. Padahal sebelum ada kenaikkan pajak, pengeluran untuk biaya listrik PDAM sudah mencapai Rp1,9 miliar per tahun.

“Solusinya nanti kalau sudah mentok  kami akan menaikkan tarif,” kata Direktur PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibrianto, Kamis (13/7/2017).

Kenaikan tarif tersebut untuk menutupi biaya pengeluaran PDAM yang semakin membengkak. Terlebih selama beberapa tahun terakhir perusahaan itu kerap mengalami kerugian. Pada 2016 lalu, PDAM bahkan mengalami minus Rp1 Miliar. Pendapatan total hanya Rp35 miliar, sehingga tidak cukup untuk menutupi biaya pengeluaran sebesar Rp35 miliar.

Diakuinya biaya pengeluaran paling signifikan berasal dari biaya listrik. Terlebih lagi jika pada musim kemarau tiba, konsumsi listrik semakin tinggi. Pasalnya sejumlah pompa air tenaga listrik milik PDAM bekerja dua kali lipat untuk mengalirkan air ke pemukiman warga.

Oleh sebab itu dengan adanya kenaikkan pajak listrik PJU akan semakin membuat pengeluaran membengkak. Tarif dasar sebasar Rp3.700 yang saat ini diberlakukan menurutnya perlu disesuaikan.

“Mungkin besok akan kami bahas terlebih dahulu, dan harus melalui melalui pertimbangan yang matang,” ujarnya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post