Kentongan Mulai Ditinggalkan Warga

image

Gunungkidulpost.com – Playen – Seiring dengan perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi, hingga mampu menciptakan berbagai alat komunikasi yang sedemikian canggihnya, sehingga kita bisa mengakses informasi dari seluruh dunia tanpa kita beranjak dari tempat duduk kita.

Tak dapat dipungkiri, karena kecanggihan teknologi sehingga mambuat alat komunikasi tradisional seperti kentongan menjadi tergeser dan cenderung dilupakan seolah tidak ada gunanya lagi.

Melihat fenomena semacam itu, itu adalah salah satu bentuk dimana kita mulai melupakan sejarah, kita ketahui bahwa kentongan merupakan wujud kecerdasan dan teknologi komunikasi yang paling canggih pada masanya.itu termasuk sejarah awal mulanya alat momunikasi. 

Setiap ketukan demi ketukan mempunyai makna dan hanya dapat dipahami oleh masyarakat jaman dahulu. Tak sampai ditu, kentongan bukan hanya sekedar alat komunikasi, melainnkan bisa menjadi alat musik yang menghasilkan irama nan merdu dan indah jikalau di padu padankan dengan alat musik tradisional lainnya. Swara khas yang dihasilkan dari setiap pukulan, bisa memberikan efek semangat bagi yang mendengarnya.

Namun, dewasa ini banyak diantara kita yang mulai melupakan kentongan, kentongan yang seharusnya dilestarikan, realitanya kini hanya tergantung dipojokan rumah orang tua jaman dulu, hanya tergantung di pos ronda, seolah hanya pajangan, kentongan hampir tidak terdengar gemanya meski hanya dalam satu kali setahun.

Padahal dijaman dahulu, kentongan merupakan alat komunikasi paling diandalkan, tidak efek buruk yang ditimbulkan, justru dapat meningkatkan kewaspadaan dan kegotong royongan diantara masyarakat.

Boleh kita menggunakan alat komunikasi berteknologi canggih dengan sistem informasi global yang luar biasa majunya, namun alat komunikasi tradisional kentongan yang merupakan sejarah komunikasi, sudah selayaknya kita ingat sejarahnya, kita lestarikan keberdaannya dengan cara terus merawat dan memperbaharuinya.

Salah satu yang dapat kita lakukan untuk melestarikan keberadaan alat komunikasi tradisional berupa kentongan, adalah dengan terus memperkenalkan generasi setelah kita. Dengan ajang perlombaan alat musik dari kentongan juga dapat dilakukan.

Dengan memadu padankan kentongan dengan alat musik modern akan menciptakan warna musik tersendiri, hal ini membuktikan bahwa kentongan bisa memberikan andil dalam menciptakan aransemen musik yang luar biasa.

Hal positif yang dapat kita contoh,dengan diadakannya ajang perlombaan toklek di beberapa daerah di Gunungkidul yang sekarang ini mulai digerakkan,  dengan musik dasar kentongan baik dari bambu maupun dari kayu, itu sudah termasuk tindakan nguri-uri kabudayan, melestarikan musik tradisional dan mengenalkan pada generasi muda setelah kita.

Sebenarnya tidak hanya kentongan, alat musik maupun alat komunikasi lainnya yang yang merupakan bukti sejarah perkembangan negara kita ini, sudah selayaknya kita lestarikan. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post