Kepala Dinas Tampik Keras Adanya Kabar Lima Hewan Terjangkit Antraks, Terus Berapa Sih??

118 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Terkait berita penemuan bakteri anthraks pada lima ekor sapi di wilayah Kecamatan Karangmojo beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnubroto mengklarifikasi bahwa sebenarnya hanya satu ekor sapi saja yang posotif terjangkit bakteri antranks.

Hal itu diutarakan Bambang saat menggelar jumpa pers di Bangsal Sewokoprojo, Selasa,(28/5/2019).

Bambang menyimpulkan,untuk temuan bakteri antraks beberapa waktu lalu itu hanya terjadi di wilayah Kecamatan Karangmojo saja. Sementara untuk pengambilan sample tanan di wilayah lain seperti di Kecamatan Nglipar dan Semanu semua hasilnya negatif.

Sebenarnya, di Kabupaten Gunungkidul sebelumnya memang belum pernah ada ternak yang terjangkit bakteri anthraks.

“Namun demikian kita harus tetap waspada mengingat peredaran sapi di Gunungkidul menjangkau hingga keluar daerah,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, dalam rangka pengawasan Dinas telah melakukan pengambilan sample daging di pasar Ponjong,Karangmojo dan Wonosari. Sample tersebut selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk diketahui apakah positif terpapar bakteri anthraks ataupun tidak.

“Hasilnya akan kita ketahui besok pada 31 Mei 2019,” katanya.

Selain melakukan uji sample, dinas juga telah melakukan penyuntikan antibiotik pada hewan ternak di Padukuhan Grogol 5, Kecamatan Karangmojo dan sekitaranya. Selanjutnya dinas juga telah memberikan disinfektan ulangan di daerah lokasi terpapar bakteri anthraks dengan cara melakukan penyemprotan.

“Sampai hari ini, kami telah memberikan antibiotik pada 285 sapi, 699 kambing dan 99 domba,” paparnya.

Sementara itu,dalam rangka menghadapi hari raya lebaran, selain melakukan uji lab dan melakukan pengawasan di pasar, dinas juga melakukan pengawasan di lokasi penjagalan dan juga dipasar hewan.

“Kami sudah satu minggu melakukan penyuntikan antibiotik,selanjutnya akan kami lakukan penyuntikan vaksin,”terangnya.

Pada kesempatan yang sama,Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajad Ruswandono menyampaikan, anthraks ini memang penyakit yang cukup berbahaya. Namun demikian, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak panik.

“Masyarakat tidak perlu heboh, tidak perlu kawatir karena sudah dilokalisir,” ucapnya. (Santi)

Related Post