Kerajinan Bambu Di Randukuning Tembus Pasar Ekspor

245 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Menembus pasar ekspor, bukan hal baru bagi pengrajin bambu Sentra Industri, di Padukuhan Randukuning, Desa Selang, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

“Sampai saat ini kami telah melayani untuk pasar dalam dan luar negeri yang berupa produk tradisional, perabot rumah tangga hingga alat kantor,” kata seorang pengrajin bambu, Subarno, Senin (14/1/2019).

Menurut dia, kerajinan bambu mulai menembus pasar ekspor sejak beberapa tahun terakhir. Pesanan memang rata-rata tidak lebih dari satu kontiner, bahkan setengah kontiner pun diterima.

“Tapi tuntutan kualitas barang cukup tinggi, sehingga kerja kami memakan waktu yang cukup lumayan. Apalagi kadang kami masih kesulitan bahan baku,” katanya.

Usaha kerajinan yang ia rintis sejak 1997 silam, mampu menghasilkan beberapa produk perabot rumah tangga diantaranya; lampion, lampu hias, nampan, tempat makan, keranjang, dan masih banyak lagi perabot rumah tangga lainnya.

“Hampir semua perabot rumah tangga kami buat namun ada beberapa produk unggulan yang kami kirim ke Eropa maupun Amerika,” ujar Subarno.

Subarno menambahkan, dirinya sangat mengandalkan bahan baku lokal (bambu lokal Gunungkidul) untuk membuat produk kerajinan yang dibuatnya. Namun bahan baku lokal belum mampu menyuplay kebutuhan disetiap harinya.

“Saya sangat mengandalkan bahan bambu lokal Gunungkidul seperti dari wilayah Ponjong karena kualitasnya sangat baik. Namun bambu lokal belum mampu memenuhi kebutuhan kami karena sangat terbatas hingga untuk memenuhi kebutuhan produksi harus mendatangkan bambu dari Pacitan, Jawa Timur,” ungkapnya.

Selama ini tak hanya memproduksi kerajinan seputar peralatan rumah tangga saja akan tetapi juga peralatan kantor. Hal itu tergantung pemesanan dari konsumen.

Kendala yang dihadapi Subarno saat musim hujan ini yaitu jamur dan bubuk yang mengakibatkan menurunya kualitas kerajinan bambunya.

“Hasil produksi saya semuanya saya ekspor berdasarkan permintaan konsumen di luar negeri,” jelas Subarno.

Dalam proses pengerjaanya, Subarno tidak hanya sendirian akan tetapi ia bekerja sama dengan warga setempat untuk mengembangkan usaha yang digelutinya.

Salah satu pengrajin lainnya, Turas mengaku memang kerajinan ini sangat membantu perekonomian rumah tangganya.

“Kami membantu mengerjakan ini untuk membantu penghasilan suami saya,” pungkasnya. (G2)

Related Post