Kesadaran Pemberian ASI Eksklusif Di Gunungkidul Masih Rendah

137 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Di Kabupaten Gunungkidul, kesadaran ibu untuk memberikan ASI masih cukup minim terutama bagi ibu yang sekaligus wanita pekerja sehingga tidak dapat memberikan ASI secara langsung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati menyampaikan,pihaknya saat ini terus menggencarkan kampanye menyusui bayi dengan terus mengedukasi para ibu terkait pentingnya menyusui hingga dua tahun.

“Untuk itu kami mendorong agara setiap instansi, sekolah maupun perusahaan yang ada di Kabupaten Gunungkidul menyediakan tempat Laktasi sehingga angka aksi eksekusif untuk bayi bisa terpenuhi,” katanya Jumat, (1/8/2019).

Dewi mengatakan, dinas mulai gencar mengkapanyekan pentingnya ASI mulai dari tingkat padukuhan melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) balita.

“Disitu para Kader Posyandu akan memberikan pemahaman tentang pentingnya memberikan ASI eksklusif bagi bayi hingga usia enam bulan, termasuk mencatat jumlah balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif,” terangnya.

Sebelum usia enam bulan bayi sebaiknya diberikan ASI eksklusif dan tidak perlu diberi tambahan makanan. Karena nutrisi didalam ASI sudah mencukupi. Sementara bayi usia diatas enam bulan sudah mulai mendapatkan Makanan Pendamping ASI sehingha tidak diprioritaskan.

Lebih lanjut Dewi menjelaskan, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif enam bulan lebih menjaga bayi dari paparan kuman, melengkapi nutrisi yang dibutuhkan bayi dan membuat bayi tumbuh sehat serta cerdas.

“ASI juga memiliki memanfaat untuk memberi jarak kelahiran secara otomatis. ASI bisa dijadikan sarana KB,”ujarnya. (Santi)

Related Post