Ketua Majelis Hakim Dipersidangan Setya Novanto Putra Gunungkidul

491 views
image

Suasan Persidangan Setya Novanto. (Foto: Ist)

Gunungkidulpost.com – Semin – Sidang dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto dimulai Rabu (13/12/2017) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Siapa sangka, pengadil dalam persidangan kasus korupsi dengan tersangka Setya Novanto adalah putra Gunungkidul.

Yanto, kelahiran Desa Sumberejo, Semin, Gunungkidul, dipercaya sebagai Ketua Majelis Hakim.

Yanto yang sekarang menjabat Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ditunjuk untuk memimpin jalannya persidangan.

Nama Yanto tidak asing di telinga penduduk Sumberejo, sebuah desa yang berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Rumah Yanto berada di pinggir jalan, di simpang tiga Dusun Pandanan, jalur menuju Sukoharjo dan Kecamatan Ngawen.

Rumah itu ditempati beberapa keponakan dan sang ibu, Lasinem, 73. Yanto menetap di Jakarta, namun kerap pulang ke Semin untuk menjenguk ibunya yang sudah lanjut usia.

“Pakde sering datang, kadang sebulan bisa empat kali, tetapi kadang juga hanya sekali. Tergantung jadwal dan kesibukannya,” kata keponakan Yanto, Feri Alif, kepada Wartawan,Selasa (12/12/2017).

Selain menengok ibunya, Yanto pulang kampung untuk bertemu dengan teman-teman lama di desa. Yanto adalah tokoh terkemuka di desanya.

“Awalnya sempat tidak percaya, tapi setelah saya hubungi ternyata benar. Kami juga ikut merasa bangga karena yang bersangkutan merupakan putra Sumberejo,” kata salah seorang warga Semin, Sudirman.

Novanto adalah pesohor politik. Namanya sudah sering disebut dalam kubangan praktik penyalahgunaan wewenang di Indonesia, mulai dari pengalihan hak piutang Bank Bali pada 1999, penyelundupan beras impor Vietnam pada 2003, impor limbah beracun dari Singapura pada 2004, suap proyek pembangunan lapangan tembak untuk Pekan Olahraga Nasional di Riau pada 2012, hingga skandal Papa Minta Saham. Novanto terbukti bersih dan tak terlibat dalam semua kasus tersebut. Dalam persepsi publik, politikus ini dianggap sebagai sosok licin.

“Saat pulang, dia banyak berkumpul dengan teman-temannya untuk sekadar bercanda atau main tenis. Saya termasuk orang yang diajak bermain saat dia pulang ke desa,” ujar Sudirman.

Sudirman punya banyak harapan terhadap Yanto dalam pengadilan terhadap Novanto, apalagi perkara ini sangat menyita perhatian khalayak.

“Keadilan dan kejujuran harus tetap dipegang,” ungkapnya.

Ibunda Yanto, Lasinem, tak banyak menceritakan anaknya. Dia hanya berdoa agar si sulung terus diberikan kesehatan dan bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan anak saya bisa bekerja dengan adil dan jujur.” paparnya.

Yanto memimpin sidang kasus korupsi e-KTP bersama empat anggota majelis hakim lainnya, yaitu Frangki Tambuwun, Emilia Djajasubagia, Anwar, dan Ansyori Syarifudin. Empat hakim anggota ini adalah hakim yang menyidangkan perkara e-KTP dengan terdakwa sebelumnya, yaitu Irman dan Sugiharto. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post