Kiblat Bumi Nusa Berhasil Hipnotis Ribuan Penonton

419 views
image

Pementasan Drama Kolosal Berhasil Memikat Penonton. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pementasan Drama Kolosal Kiblat Bumi Nusa dalam rangka pencak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang bertempat di sepanjang jalan komplek Alun – alun Wonosari, Minggu (22/10/2017) malam berlangsung meriah.

Kemeriahan tampak ketika seribu santri yang ada di Gunungkidul bersatu  berkolaborasi dengan tokoh lintas agama. Drama kolosal berdurasi selama 1,5 jam tersebut mampu menyedot perhatian ribuan warga yang yang hadir menyaksikan acara itu.

“Dari unsur perwakilan lintas agama yang ada di Gunungkidul kami libatkan dalam drama ini. Dan kami yakin pementasan drama seperti ini baru pertama kali digelar di Indonesia,” kata Ketua Panitia Kegiatan Taufik Ahmad Sholeh kepada Gunungkidulpost.com.

Pihaknya pun mengaku puas dengan suksesnya pementasan drama ini. Acara tersebut juga disaksikan langsung oleh Bupati Gunungkidul Badingah, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Ulama, Tokoh Agama, Jajaran TNI Dan Polri serta semua elemen masyarakat.

“Kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran konektik kebangsaan dan membumikan budaya santri dalam pembangunan, menjaga konsistensi dan menumbuhkan kesadaran berbangsa dalam bingkai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” ungkap Taufik.

Sementara itu Sutradara Drama Kolosal, Gundul Sumargiyono mengatakan,  Drama ini bercerita tentang perjuangan para ulama dan juga santri dalam cita-cita meraih kemerdekaan. Ulama dan Kyai yang dikomando KH.Hasyim Asyari Tebu Ireng dan santri pada resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 untuk berjihad melawan penjajah.

“Perjuangan mereka yang kami gambarkan dalam drama ini,” paparnya.

Gundul menambahkan, drama ini menggambarkan negara kita dari dulu hingga sekarang dan yang akan datang dimana peristiwa dulu ketika janur kuning terbentuk sampai peristiwa Yogyakarta menjadi ibu kota dikemas dalam satu rangkaian drama.

“Ini sebenarnya gambaran Indonesia saat ini yang dulu bisa jadi kaca benggala bagi kita semua untuk tetap hidup damai, rukun, dan saling asah asih asuh menjaga kebinekaan,” pungkas Gundhul. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post